Berita

Foto/Net

Bisnis

Ekspor Naik, Minyak Sawit Mulai Kekurangan Stok

SABTU, 03 JUNI 2017 | 09:16 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Produksi minyak sawit Indonesia belum maksimal. Tingginya ekspor sawit pada kuartal I-2017 membuat stok di dalam negeri terkikis.

"Pada April, stok minyak sawit Indonesia sudah di bawah 1 juta ton, ini untuk pertama kalinya tahun ini," ungkap Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono di Jakarta, kemarin.

Gapki mencatat, pada April 2017 posisi stok minyak sawit Indonesia sejumlah 888 ribu ton. Angka itu menyusut dari 2,85 juta ton pada Januari 2017. Se­lama empat bulan pertama 2017, produksi minyak sawit masih ada di kisaran 2,8 juta ton per bulan. Begitu pula konsumsi di dalam negeri masih stabil di kisaran 900 ribu ton per bulan. Sementara, ekspor minyak sawit Indonesia selama empat bulan pertama tahun ini sudah mencapai 10,7 juta ton. Angka tersebut naik 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni 8,7 juta ton.


Joko menilai, peningkatan ekspor terjadi karena ada per­mintaan tambahan dari negara-negara untuk memenuhi kebu­tuhan Ramadan dan Lebaran. Misalnya, ekspor ke Bangladesh naik 116 persen dari 57.800 ton pada Maret 2017 menjadi 124.950 ton pada April. Ekspor ke Pakistan naik 18 persen dari 175.260 menjadi 207.210. Dan, India naik 56 persen dari 430.000 ton pada Maret 2017 menjadi 672.140 ton pada April 2017.

Namun demikian, tingginya permintaan tidak diikuti kenai­kan harga. Menurut Joko, sepanjang April 2017 harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil /CPO) berada di kisaran 655-717,5 dolar AS per metrik ton.

"Harga memang cenderung rendah karena ada panen be­sar kedelai yang juga merupa­kan sumber minyak nabati di Amerika Latin," ujarnya.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nur­wan memproyeksi harga CPO sulit terkerak hingga pertengahan tahun ini. Kementerian Perdagangan menetapkan harga referensi produk CPO untuk periode Juni 2017 sebesar 723,37 dolar AS per metrik ton. Harga tersebut turun sebesar 1,18 persen dibandingkan Mei 2017.  ***

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya