Berita

Dunia

Peneliti AS: Kematian Akibat Diare Global Turun Sepertiga

JUMAT, 02 JUNI 2017 | 15:18 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Jumlah anak-anak yang meninggal di seluruh dunia akibat diare mengami penurunan hingga sepertiga antara tahun 2005 hingga 2015.

Menurut hasil studi terbaru peneliti AS, akses air bersih dan sanitasi yang lebih baik adalah kunci, dengan anak-anak yang kurang lemah dan kekurangan gizi terinveksi.

Vaksin baru juga memiliki dampak positif atas penurunan angka tersebut.


Namun demikian, diare masih merupakan faktor pembunuh anak keempat terbesar di dunia, dengan hampir 500 ribu anak meninggal sebelum berusia 5 tahun di dunia.

Angka ini bisa jadi merupakan perkiraan yang signifikan karena kurangnya data di sub-Sahara Afrika, di mana sebagian besar kasus terjadi.

Diare juga secara tidak langsung bertanggung jawab atas sejumlah besar kematian, dengan memperburuk efek penyakit lain, seperti pneumonia dan campak.

Periset AS, yang menganalisis data dari studi Global Burden of Disease yang baru, menemukan lebih dari sepertiga atau sekitar 42 persen kematian terjadi di Nigeria dan India.

Penyakit diare, seperti rotavirus dan kolera, disebarkan oleh air yang terkontaminasi kotoran. Mereka bisa dicegah dan bisa diobati.

"Penyakit diare secara tidak proporsional mempengaruhi anak-anak," kata penulis utama Dr. Ali Mokdad, dari Institute for Health Metrics and Evaluation di University of Washington seperti dimuat BBC.

"Meskipun ada pengurangan kematian yang menjanjikan, dampak buruk dari penyakit ini tidak dapat diabaikan."

Sementara kematian akibat diare telah turun hampir 20 persen secara keseluruhan, dan 34 persen pada anak-anak, tingkat infeksi telah menurun jauh lebih lambat.

Untuk anak-anak turun lebih dari 10 persen antara tahun 2005 dan 2015.

Dari semua penyakit diare, rotavirus tetap merupakan pembunuh balita terbesar, menurut penelitian ini. Tapi tingkat kematian untuk penyakit ini turun sebesar 44 persen pada tahun 2015. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya