Berita

Faizal Assegaf dan Amien Rais/Dok

Politik

Amien Rais Difitnah Untuk Lindungi Kasus BLBI Dan Skandal Proyek Reklamasi!

JUMAT, 02 JUNI 2017 | 09:47 WIB | LAPORAN:

Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Amien Rais disebut menerima transfer uang hingga Rp 600 juta dari hasil korupsi pengadaan alat kesehatan di Kementerian Kesehatan tahun 2005.

Aliran dana kepada Amien Rais ini mencuat dalam sidang pembacaan tuntutan terhadap mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari yang menjadi terdakwa kasus tersebut, Rabu (31/5) malam.

Ketua Progres 98, Faizal Assegaf menilai tudingan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Iskandar Marwanto itu sarat politis. Ini disebutnya fitnah keji untuk mengalihkan perhatian rakyat dari desakan penuntasan kasus BLBI dan proyek reklamsi Teluk Jakarta


"Jutaan rakyat tahu bahwa Amien Rais sangat getol mendesak KPK untuk membongkar kasus BLBI dan Proyek Reklamasi," tegas Faizal dalam pesan whatsapp yang diterima redaksi, Jumat (2/6).

Hal itu membuat KPK berupaya mencari cara menghindar dari tekanan publik.

Faizal melihat pendekatan pengalihan isu melalui modus penyebaran fitnah untuk membidik tokoh-tokoh oposisi yang kritis semakin menimbulkan keresahan. Jika hal itu dibiarkan ia khawatir hukum akan menjadi instrumen kepentingan politik kekuasaan untuk membungkam suara kritis para tokoh nasional, ulama dan aktivis.

Lebih lanjut ia mengatakan, sejak pimpinan KPK menghadap Presiden Jokowi beberapa waktu lalu di Istana, publik makin mencurigai adanya deal politik untuk menghentikan penyidikan kasus BLBI, proyek reklamasi, kasus RS Sumber Waras dan kasus-kasus besar lainnya.

"Deal politik tersebut secara terang-benderang telah menempatkan KPK sebagai alat kepentingan politik kekuasaan yang bekerja atas arahan kepentingan Istana," terangnya.

Kecurigaan itu, menurut Faizal, kini makin terlihat jelas dari sikap KPK yang tiba-tiba berbalik arah menyerang tokoh reformasi Amien Rais lantaran yang bersangkutan giat menyerukan penuntasan kasus BLBI dan skandal proyek reklamasi.

"Modus-modus politik demikian tentu berpotensi memicu eskalasi dan ketegangan antara rakyat dan penguasa. Ujungnya akan muncul perlawanan secara keras dan berpotensi menjahtuhkan rezim Jokowi," imbuhnya.

Terlebih situasi kini makin memanas akibat tekanan penguasa kepada ulama dan tokoh-tokoh Islam dalam serangkaian kriminalisasi yang kian meresahkan rakyat.

Faizal menyarankan, Presiden Jokowi sebaiknya berhenti mempermainkan nurani umat Islam melalui aneka serangan politik kriminalisasi secara brutal dan semena-mena.

"Kesabaran rakyat ada batasnya, jangan sampai seluruh elemen umat Islam kembali bersatu dan turun ke jalan mendesak segera MPR RI menggelar Sidang Istimewa," ujarnya, mengakhiri.[wid]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya