Berita

Richard Ferrand/Reuters

Dunia

Jaksa Perancis Buka Penyelidikan Terhadap Menteri Pilihan Macron

KAMIS, 01 JUNI 2017 | 17:31 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang jaksa penuntut umum Prancis pada hari Kamis (1/6) membuka penyelidikan atas urusan keuangan kepala kampanye presiden Emmanuel Macron.

Penyelidikan tersebut dilakukang hanya selang 10 hari jelang pemilihan parlemen di mana Macron berharap partai politik barunya akan memenangkan kendali Majelis Nasional dan mengkonsolidasikan cengkeramannya atas kekuasaan setelah pemilihannya sendiri pada 7 Mei lalu.

Ini juga terjadi hanya beberapa minggu setelah berakhirnya kampanye kepresidenan di mana dua lawan utama Macron terbebani oleh tuduhan korupsi.


Jaksa penuntut umum di kota barat Brest mengatakan bahwa pihaknya telah memutuskan untuk membuka penyelidikan tersebut setelah serangkaian laporan media mengenai urusan bisnis dan keuangan Richard Ferrand, Menteri Perencanaan Teritorial di pemerintahan baru Macron dan seorang mantan Sosialis yang menjadi salah satu Pendukung awal kunci.

Politisi oposisi telah meminta Ferrand untuk mengundurkan diri, sampai Kamis (1/6), jaksa Eric Mathais pada awalnya memutuskan untuk tidak melanjutkannya.

Dia mengatakan lebih banyak informasi yang dilaporkan dalam pemberitaan dalam beberapa hari terakhir membenarkan perubahan sikap tersebut.

Fokus laporan tersebut adalah manajemen kelompok asuransi medis Ferrand di Brittany enam tahun lalu, terutama keputusan untuk menyewa ruang kantor dari istrinya.

Masalah lainnya adalah mempekerjakan anaknya selama empat bulan sebagai asisten yang dibayar dari dana parlementer.

Ferrand membantah melakukan kesalahan karena mempekerjakan keluarga sebagai asisten parlemen adalah hal yang tidak ilegal di Prancis.

Macron belum berbicara secara terbuka tentang tuduhan seputar Ferrand.

Di Prancis, pembukaan penyelidikan pendahuluan tidak menyiratkan bahwa yang diselidiki telah bersalah. Jaksa dapat memutuskan setelah pemeriksaan awal apakah ada alasan untuk penyelidikan skala penuh atau tidak. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya