Berita

MH128/BBC

Dunia

Begini Kronologi Insiden Penumpang Paksa Masuk Kokpit Di Penerbangan MH128

KAMIS, 01 JUNI 2017 | 13:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang saksi mata dalam penerbangan Malaysia Airlines MH128 menggambarkan kronologis gangguan yang dibuat oleh seorang penumpang lainnya.

Andrew Leoncelli yang berada dalam penerbangan dari Melbourne menuju Kuala Lumpur tersebut menceritakan bahwa penumpang lain yang merupakan seorang pria mengatakan kepada staf maskapai bahwa dia perlu menemui kapten sebelum benar-benar gelisah dan melakukan ancaman.

"Saya kembali untuk memberitahu penumpang lain ada ancaman nyata di sini, kita perlu melakukan sesuatu," kata Leoncelli.


"Dia berlari menyusuri lorong belakang dan tiga pahlawan besar Aussie menggulingkannya ke tanah dan sama sekali tidak bergerak," sambungnya.

Sebelumnya, Leoncelli juga mengatakan kepada stasiun radio 3AW Melbourne bahwa orang tersebut mengancam untuk menyerang pesawat serta mengatakan bahwa dirinya memiliki bom dan mendorong staf yang berteriak minta tolong.

Menyadari ancaman tersebut, pilot persawat akhirnya putar balik untuk kembali ke Melbourne.

Malaysia Airlines mengatakan bahwa Airbus A330, yang membawa 337 penumpang dan awak kapal, berada di udara hanya 30 menit dari waktu penerbangan delapan jam sebelum mendarat.

Penerbangan mendarat dengan selamat dan penumpang yang mengganggu segera ditangkap. Polisi menambahkan bahwa pria hal itu tidak terkait dengan teror.

Kepala Polisi Victoria Graham Ashton menjelaskan bahwa tersangka diidentifikasi adalah seorang pria Sri Lanka berusia 25 tahun yang dibebaskan dari fasilitas kejiwaan di Melbourne pada hari Rabu kemarin.
 
Polisi awalnya menganggapnya sebagai insiden terorisme, namun ada kecenderungan lain bahwa itu adalah masalah gangguan kesehatan mental.

Polisi mengatakan pria itu membawa speaker bluetooth atau yang benda serupa itu. Wakil Menteri Transportasi Malaysia Abdul Aziz bin Kaprawi menggambarkannya sebagai powerbank. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya