Berita

Agus Martowardoyo (duduk) dan Basuki Hadimuljono (duduk)/Humas Kementerian PUPR

Advertorial

Kementerian PUPR-BI Sepakat Transaksi Non-Tunai Di Seluruh Jalan Tol

KAMIS, 01 JUNI 2017 | 11:34 WIB | LAPORAN:

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menandatangani kesepakatan kerjasama dan koordinasi dalam rangka pelaksanaan tugas. Utamanya untuk meningkatkan elektronifikasi di jalan tol.

Kesepakatan bersama itu yang salah satunya memuat penerapan transaksi tol non tunai dalam mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) berlangsung di gedung BI, Jakarta, kemarin. Usai penandatanganan, juga dilakukan penekanan tombol pencanangan sosialisasi pembayaran tol non tunai oleh Menteri Basuki, Gubernur BI Agus Martowardoyo, Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, Deputi Gubernur Bidang Sistem Pembayaran Sugeng dan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Hery TZ.

"Melalui penandatanganan ini kami juga bisa ikut berkonstribusi dalam program GNNT dalam transaksi tol non tunai," kata Menteri Basuki.


Pembayaran dengan uang elektronik memberikan keuntungan memperpendek waktu transaksi sehingga dapat mengurangi antrian kendaraan menjelang gerbang tol. Keuntungan lainnya adalah kemudahan transaksi karena pengguna jalan tol tidak perlu membawa uang tunai, termasuk menunggu kembalian dalam pecahan kecil.

Penandatanganan kesepakatan ini juga menjadi tahapan awal agenda elektronifikasi jalan tol di Indonesia yang dimulai dengan pelaksanaan kampanye elektronifikasi secara nasional menuju penerapan Multi Lane Free Flow (MLFF) atau pembayaran tol tanpa henti (pengguna jalan tol tidak harus menghentikan kendaraan di gerbang tol).  

Transaksi tol non-tunai atau uang elektronik saat ini baru sebesar 23 persen dari lalu lintas harian rata-rata sekitar 4,5 juta kendaraan per hari. Ditargetkan pada bulan Oktober 2017, seluruh ruas tol menggunakan transaksi non tunai.

Pada kesempatan yang sama, Agus Martowardoyo menyambut baik sinergi dan kerjasama antara kedua institusi ini untuk terus meningkatkan daya saing perekonomian nasional. Menurutnya, pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia begitu luar biasa di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla juga berserta jajaran menterinya.

"Salah satu kementerian kebanggaan kita yakni Kementerian PUPR, dimana komitmen infrastruktur seperti jalan, jembatan, bendungan, penataan kawasan, pembangunan perumahan, fasilitas air dilingkungan perkotaan, juga sanitasi  semua dilakukan dengan sistematis serta melalui terobosan-terobosan yang membanggakan," papar Agus.

Agus juga menjelaskan, pelaksanaan elektronifikasi jalan tol tentunya memerlukan kerjasama seluruh pihak. Tidak hanya otoritas, industri perbankan juga memiliki peran penting, khususnya dalam integrasi antar ruas jalan tol.

Mencermati hal ini, direncanakan pendirian institusi yang berfungsi mengintegrasikan informasi data transaksi dan tarif untuk seluruh ruas jalan tol dalam bentuk Konsorsium Electronic Toll Convention (ETC). Konsorsium ETC nantinya  berperan besar dalam tahap integrasi ruas jalan tol, penyempurnaan model bisnis serta aspek teknis elektronifikasi.

Sebelum diterapkannya pembayaran non-tunai secara menyeluruh, Kementerian PUPR, BI, Badan Usaha jalan Tol (BUJT) dan perbankan akan meningkatkan sosialisasi dan edukasi penggunaan uang elektronik di jalan tol. Selain melakukan koordinasi dengan BI, Kementerian PUPR melalui BPJT telah mengeluarkan perintah pelaksanaan transaksi non-tunai secara multi bank diseluruh gardu tol. Saat ini BPJT juga tengah menyusun Rancangan Peraturan Menteri tentang Sistem Transportasi Cerdas Jalan Tol.[wid/***]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Negeri Para Bocil

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:14

DPR Tidak Boleh Hadapi Pendemo dengan Pendekatan Keamanan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:02

Tak Benar Yayasan Syarif Hidayatullah Berkonflik dengan UIN Jakarta

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:45

Desil DTSEN Tak Boleh Merugikan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:34

Beban Kesehatan Karhutla Tembus Rp120 Triliun

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:22

Pejabat Jangan Merasa Sok Tahu Persoalan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:12

Jokowi seperti Gelisah dengan Pernyataan Budi Arie

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:28

Dinas Perumahan Harus Bergerak Cepat Tuntaskan Masalah Warga Taman Rasuna

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:16

Naik Motor dari Indramayu, Konten Kreator Ini Semangat Ikut Demo di DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:00

Polri Kumpulkan Donasi Rp12,6 Miliar untuk NTT

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:46

Selengkapnya