Berita

Megawati/Net

Politik

Nilai Pancasila Akan Berkumandang Di Pulau Jeju

KAMIS, 01 JUNI 2017 | 00:09 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri selalu merayakan hari lahir Pancasila 1 Juni dengan cara yang spesial, tak terkecuali dengan perayaan hari ini.

Putri Bung Karno ini berencana menyuarakan Pancasila dari Forum Dunia, Jeju Forum for Peace and Prosperity yang digelar di Pulau Jeju, Korea Selatan.

"Saya senang Kamis tanggal 1 Juni untuk pertama kalinya Hari Lahir Pancasila menjadi libur nasional tapi esensinya bukan di situ. Pancasila harus mampu kembali menjadi nilai yang diadopsi oleh semua rakyat Indonesia," ungkap Mega usai meresmikan Kebun Raya Megawati Sukarnoputri di Kota Jeju, Rabu (31/5).


Presiden perempuan pertama Indonesia ini didaulat sebagai pembicara kunci pada forum bergengsi yang dihadiri ribuan orang berpengaruh dari 70 negara. Sebagai pembicara kunci, Megawati akan membagikan visi tentang mencapai perdamaian di tengah perubahan kepemimpinan global.

"Pancasila itu sudah final, tanpa Pancasila forum internasional yang digelar Indonesia seperti Konferensi Asia Afrika dan KTT Nonblok tidak akan berlangsung," papar Mega yang dalam tiga hari terakhir menjadi sorotan media Korea karena diminta Presiden Moon menjadi utusan khusus reunifikasi dua Korea.

Visi pendiri bangsa tentang Indonesia yang berasaskan Pancasila adalah kesepakatan yang dicapai bersama dalam forum BPUPKI. Forum yang bersepakat membangun Indonesia dalam keberagaman.

"Kesepakatan itu tak perlu diganggu gugat," simpul Megawati.

Megawati bersama mantan Presiden Portugal Anibal Cavao Silva, mantan Perdana Menteri Republik Korea Lee Hong-koo dan Han Seong-soo, serta mantan Presiden Mongolia Ponsalmea Ochirbat di Forum Jeju akan berbagi pengalaman dalam memimpin.

Dalam buku yang dibagikan panitia Jeju Forum for Peace and Prosperity, pengalaman keempat pimpinan dunia ini penting didengarkan dan dijadikan acuan, di tengah panasnya geopolitik akibat persaingan dua kekuatan China dan Amerika Serikat.

Pemerintahan Trump dan fase kedua kepemimpinan Republik Rakyat China, serta kecenderungan banyak negara memberlakukan proteksi dagang, harus diatasi demi masa depan dunia dan Asia. Megawati diyakini mampu berbagi visi, atas berbagai persoalan ini. [ian]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

DPR Minta Data WNI di Kawasan Konflik Diperbarui, Evakuasi Harus Disiapkan

Selasa, 03 Maret 2026 | 14:17

Umat Diserukan Salat Gerhana Bulan dan Perbanyak Memohon Ampunan

Selasa, 03 Maret 2026 | 14:05

KPK Terus Buru Pihak Lain yang Terkait dalam OTT Bupati Pekalongan

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:56

Putin dan MBS Diskusi Bahas Eskalasi Timur Tengah

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:46

MBG Perkuat Fondasi SDM Sejak Dini

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:46

Siap-siap Libur Panjang Lebaran 2026, Catat Jadwal Sekolah dan Cuti Bersama

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:45

Angkat Kaki dari BOP Keputusan Dilematis bagi Indonesia

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:40

Sunni dan Syiah Tak Bisa Dibentur-benturkan

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:25

Perang Iran-AS Bisa Picu PHK Besar-besaran di Indonesia

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:19

Melania Bicara Perlindungan Anak di DK PBB Saat Perang Iran Makin Panas

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:18

Selengkapnya