Berita

Ngaji Pasanan

RABU, 31 MEI 2017 | 19:58 WIB | OLEH: MUHAMMAD SULTON FATONI

SELEPAS salat Shubuh para santri di Pondok Pesantren al-Tsaqafah Ciganjur Jakarta Selatan duduk bersila. Mereka bersiap mengikuti Ngaji Pasanan yang diasuh KH. Said Aqil Siroj.

Ngaji Pasanan itu istilah yang sangat populer di kalangan santri Nusantara untuk menggambarkan belajar kitab klasik tertentu hanya di bulan Ramadhan. Biasanya Ngaji Pasanan di samping diikuti santri pesantren setempat juga banyak juga diikuti santri pondok pesantren tertentu yang memanfaatkan Ramadhan untuk belajar kepada kiai di pondok pesantren lainnya.

Santri yang memburu Ngaji Pasanan di pesantren lain ini sering disebut sebagai santri kelana. Tujuannya, di samping menuntut ilmu juga mengharap berkah kiai pondok pesantren tersebut memanfaatkan momentum bulan Ramadhan.
 

 
Ngaji Pasanan tahun ini sebenarnya tidak berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. Tiap pondok pesantren mempunyai tradisi Ngaji Pasanan. Hanya saja tahun ini terasa spesial karena audiens Ngaji Pasanan tampak mempunyai daya jangkau yang sangat luas dan diikuti santri berkali lipat dibanding tahun lalu. Ya, Ngaji Pasanan tahun ini lebih canggih dibanding tahun tahun sebelumnya. Fasilitas video media sosial dimaksimalkan beberapa pondok pesantren untuk menyelenggarakan Ngaji Pasanan secara live.
 
Beberapa pondok pesantren yang Ngaji Pasanan memanfaatkan live streaming media sosial di antaranya Pondok Pesantren al-Tsaqafah Ciganjur asuhan KH Said Aqil Siroj; Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin Leteh asuhan KH Mustofa Bisri; Pondok Pesantren alFadhlu wal Fadhilah Kaliwungu asuhan KH Dimyathi Rois.

Deretan Gus-Gus juga ada, seperti Gus Yusuf Chudhory API Tegalrejo, Gus Ulil Abshar Bekasi dan lainnya. Rata-rata siaran live ini memanfaatkan media sosial facebook. Praktis Ramadhan tahun ini masyarakat muslim disuguhi materi berkualitas sebagai alternatif tayangan televisi konvensional yang acara Ramadhannya lebih bersifat komersil.
 
Ngaji Pasanan memang diburu para santri. Entah kiai siapa yang pertama kali mentradisikan kegiatan positif di bulan Ramadhan ini. Para kiai mentradisikan Ngaji Pasanan sebagai upaya membiasakan ibadah-ibadah sunnah yang dilakukan di bulan Ramadhan. Ngaji Pasanan dirancang kiai agar masyarakat, khususnya santri, tetap melakukan kegiatan positif (fi'lil khairat) di bulan Ramadhan. Syaikh Nawawi Banten dalam kitab Nihayatuz Zyn mengutip hadits Nabi Muhammad saw., "bahwasanya malaikat Jibril mengajari Nabi Muhammad saw di setiap malam bulan Ramadhan."
 
Terdapat beberapa waktu Ngaji Pasanan yang dipilih oleh para kiai pondok pesantren. Pilihan waktu ini mengacu kepada bagian-bagian waktu yang diutamakan selama Ramadhan. Kiai Said Aqil Siroj Ngaji Pasanan memilih waktu sehabis salat Shubuh. Alasannya, untuk waktu sepanjang siang hari, selepas salat Shubuh tergolong paling utama (afdhalul awqat).

Berbeda lagi dengan Kiai Dimyathi Rois yang memilih Ngaji Pasanan dilakukan selepas pukul 24.00. Alasannya, untuk waktu sepanjang malam hari, dinihari, selepas pukul 00.00, adalah yang paling utama. Gus Ulil Abshar memilih setelah salat Isya’ dengan pertimbangan waktu ini lebih utama dibanding Ngaji Pasanan di siang hari.

Ngaji Pasanan itu penting untuk meningkatkan kemampuan daya renung atas teks-teks suci dan pemahaman yang memang membutuhkan kehadiran hati.

Hanya dengan dua hal tersebut teks suci bisa ditangkap sebagai ilmu pengetahuan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selamat Berpuasa

Penulis adalah Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya