Berita

Jalur kereta baru Kenya/BBC

Dunia

Vandalisme Warnai Pembukaan Jalur Kereta Baru Kenya

RABU, 31 MEI 2017 | 19:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kenya pekan ini membuka jalur kereta api baru antara kota pelabuhan Mombasa dan ibu kota, Nairobi. Pembukaan jalur baru ini 18 bulan lebih awal dari yang dijadwalkan sebelumnya.

Presiden Uhuru Kenyatta mengatakan saat pemotongan pita, bahwa peluncuran jalur baru yang didanai China senilai 3.2 miliar dolar AS memberi isyarat pada sebuah babak baru di negara tersebut.

"Sejarah yang pertama kali dimulai 122 tahun yang lalu ketika Inggris, yang telah menjajah bangsa ini, menendang kereta ke tempat lain kemudian dijuluki 'Lunatic Express'," jelas Kenyatta seperti dimuat BBC.


"Hari ini lagi-lagi ada banyak kritik yang sekarang kita rayakan bukan 'Lunatic Express' tapi Madaraka Express yang akan mulai membentuk kembali kisah Kenya selama 100 tahun berikutnya," sambungnya.

Ini adalah proyek infrastruktur terbesar Kenya sejak kemerdekaan.

Jalur sepanjang 470 km menghubungkan Sudan Selatan yang terkunci dengan tanah, Republik Demokratik Kongo timur, Rwanda, Burundi dan Ethiopia ke Samudera Hindia.

Pekan lalu, Kenyatta mendapat tambahan 3.6 milyar dolar AS dari China untuk memperpanjang jalur kereta api 250 km barat dari kota pusat Naivasha ke Kisumu.

Biaya proyek telah dikritik oleh partai oposisi, yang mengatakan itu terlalu mahal dan imbal hasil ekonomi dilebih-lebihkan.

Sementara pemerintah mengatakan perlu melakukan investasi di bidang infrastruktur untuk menarik investasi asing.

Namun baru saja dibuka, jalur kereta baru tak lepas dari vandalisme.

Awal pekan ini, polisi menahan tiga orang untuk merusak bagian perkeretaapian dan sedang mengejar tuduhan sabotase ekonomi.

Kenyatta mengatakan bahwa vandalisme semacam itu tidak akan ditolerir.

"Saya mengakui bahwa kepresidenan memberi saya hak untuk mengesahkan undang-undang yang ditemukan merusak infrastruktur saya akan memberikan undang-undang agar mereka digantung," jelasnya. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya