Berita

Ilustrasi/BBC

Dunia

PBB: Yaman Hadapi Keruntuhan Total

RABU, 31 MEI 2017 | 18:18 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Yaman saat ini tengah menghadapi keruntuhan sosial, ekonomi dan institusional secara total.

Begitu kata Kepala kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa Stephen O'Brien kepada anggota Dewan Keamanan PBB. Ia menyerukan tindakan mendesak untuk membendung penderitaan warga Yaman.

O'Brien mengatakan bahwa penderitaan orang-orang Yaman bukanlah sebuah kebetulan, atau hasil dari kekuatan di luar kendali, melainkan karena kesalahan orang-orang yang terlibat dan tidak bertindak oleh kekuatan dunia.


"Orang-orang Yaman mengalami kekurangan, penyakit dan kematian seperti yang dunia lihat," ujarnya seperti dimuat BBC.

"Krisis tidak datang, itu tidak menjulang, sekarang ada di sini, dalam pandangan kita," tambahnya.

Lebih dari dua tahun perang sipil di negara tersebut telah memicu krisis kemanusiaan, dengan hampir tujuh juta orang di ambang kelaparan.

Selama dua tahun terakhir, negara ini terlibat dalam pertempuran antara pasukan yang setia kepada Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi yang diasingkan, yang didukung oleh koalisi multinasional yang dipimpin oleh Saudi, dan mereka yang bersekutu dengan pemberontak pemberontakan Houthi

Sebuah kebangkitan wabah kolera juga telah mengakibatkan 60.000 kasus yang dicurigai sejak April dan 500 kematian terkait.

Al-Qaeda, sementara itu, telah memanfaatkan kekacauan tersebut untuk memperkuat kehadirannya di selatan dan tenggara negara tersebut.

Sedikitnya 7.800 orang, kebanyakan warga sipil telah terbunuh dan 44.000 lainnya cedera sejak Maret 2015.

Diperkirakan 18,8 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan.

O'Brien mengatakan bahwa seruan PBB untuk bantuan kemanusiaan senilai 2,1 miliar dolar AS hanya mencapai 24 persen. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya