Berita

Dirjen Pajak Ken/net

Hukum

Ajudan Ken Nyuap Pakai Istilah "Paketan" Dan "Undangan" Karena Takut Ketahuan Istri

RABU, 31 MEI 2017 | 17:11 WIB | LAPORAN:

Ajudan Direktur Jenderal Pajak, Andreas Setiawan alias Gondres membantah istilah "Paketan" dan "Undangan" berkaitan dengan uang suap penyelesaian masalah pajak PT EK Prima Ekspor Indonesia.

Menurut Gondres istilah tersebut untuk menyamarkan uang yang ingin dipinjamnya dari Handang, terdakwa kasus dugaan suap penyelesaian masalah pajak PT EK Prima Ekspor Indonesia.

"Saya tidak mau vulgar bilang uang, takut ketahuan istri saya. Orang tua saya dalam proses pengobatan, makanya saya mau pinjam uang," ujar Gondres saat dihadirkan sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (31/5).


Mendengar jawaban tersebut majelis hakim tidak langsung mempercayainya. Menurut hakim semua orang tahu bahwa istilah tersebut merupakan sandi. Apalagi saksi tidak menggunakan bahasa sederhana untuk meminjam uang dari Handang. Namun lagi-lagi, Gondres mengaku hal tersebut untuk mengelabuhi istrinya.

"Takut istri dirumah baca WA, saya pinjam uang biar istri tidak tahu," ujarnya.

Dalam surat dakwaan, terdakwa Handang sempat menginformasikan kepada Gondres terkait rencananya untuk mengambil uang suap sebesar Rp1,9 miliar dari bos PT EK Prima Ekspor Indonesia, Rajes Rajamohanan Nair di kediaman Rajes, Kemayoran.

Pesan itu yang dikirim pukul 19.00 WIB pada 21 November 2016 itu Handang mengganti kata uang dengan istilah cetakan undangan.

"Sy izin ke arah Kemayoran Mas, ngambil cetakan undangan nya," tulis handang dalam pesan ke Gonfres.

Selanjutnya sekitar pukul 20.00 WIB di tanggal tang sama, Handang mendatangi rumah Rajes di Springhill Golf Residence, Kemayoran, Jakarta. Saat itu Handang menerima paper bag hitam yang berisi uang 148.500 dolar Amerika Serikat.

Beberapa saat kemudian, Gondres kembali menghubungi Handang melalui pesan Whatsapp yang menginformasikan bahwa dirinya telah berpindah ke restoran Monty's yang berisi "Mhn izin Mas..Saya geser ke Montys nunggu Bapak."

Tak lama kemudian, KPK mencokok mantan Kasubdit Pemeriksaan Bukti Permulaan, Direktorat Penegakan Hukum Dirjen Pajak beserta Rajes dalam operasi tangkap tangan.[san]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya