Berita

Bisnis

Rizal Ramli: Struktur Kredit Perbankan Harus Diubah

RABU, 31 MEI 2017 | 17:01 WIB | LAPORAN:

Mantan Menko Perekonomian dan Menko Maritim, Rizal Ramli, meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di bawah kepemimpinan baru mau merombak struktur kredit perbankan.

Hal itu dikatakan Rizal saat diminta pendapatnya oleh Komisi XI DPR RI dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (31/5).

Dalam pandangannya, Rizal kembali mengeluarkan pengibaratannnya yang terkenal soal perekonomian Indonesia seperti "gelas anggur".


Seperti bentuk gelas anggur, keadaan ekonomi Indonesia ditopang kekuatan ekonomi kelas menengah dan bawah yang sangat rapuh. Sedangkan di bagian atas, ada sekitar segelintir keluarga kaya yang menguasai ribuan perusahaan. Ekonomi gelas anggur itulah yang menjadi jalan ekonomi Orde Baru dan dilanjutkan sampai sekarang.

Anggota Panel Ahli Perserikatan Bangsa Bangsa ini mengungkap, ada 160 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan 200 keluarga yang memiliki lebih dari 100 perusahaan. Sedangkan kelompok pengusaha kelas menengah, di bagian tengah gelas anggur, berjumlah sangat kecil.

Rizal menegaskan, struktur kredit perbankan selama ini lebih banyak dinikmati pengusaha kaya. Perusahaan-perusahaan besar mendapat penyaluran kredit dalam jumlah besar. Padahal, rasio ekspor terhadap total penjualan dari 200 perusahaan besar itu hanya di bawah 10 persen. Situasi itu berbeda dengan perusahaan-perusahaan besar di negara maju yang rasio ekspor terhadap total penjualannya lebih dari 90 persen.

"Perusahaan-perusahaan besar di negara-negara maju membuat keuntungan untuk kemudian dibawa ke dalam negerinya. Kalau di Indonesia, mereka cari uang di sini tetapi keuntungan dibawa ke luar negeri," kata Rizal.

Karena itulah Rizal meminta DPR mendorong para calon pimpinan baru OJK berani membuat kebijakan yang mengubah struktur ekonomi yang tak adil itu.
Dia berharap, masukannya menjadi bahan Komisi XI DPR dalam menguji kelayakan dan kepatutan calon Dewan Komisaris OJK.

"Penyaluran kredit harus mulai mengutamakan perusahaan-perusahan kecil dan menengah," saran Rizal. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya