Berita

Putin dan Macron/Net

Dunia

Di Hadapan Putin, Macron Peringatkan Soal Suriah

SELASA, 30 MEI 2017 | 20:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Perancis Emmanuel Macron mengatakan di hadapan Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa Prancis akan segera menanggapi penggunaan senjata kimia di Suriah, sambil mendesak kemitraan yang lebih dekat dengan Rusia dalam memerangi ISIS di negara tersebut.

"Sebuah garis merah yang sangat jelas ada di pihak kita yaitu penggunaan senjata kimia oleh siapapun," kata Macron pada konferensi pers bersama setelah pertemuan pertamanya dengan pemimpin Rusia, Vladimir Putin.

Pertemuan simbolis yang sangat simbolis di Palace of Versailles ditujukan untuk menentukan hubungan pribadi dua pemimpin setelah ketegangan dan ketidakpercayaan selama kampanye pemilihan presiden Prancis dan saran yang diupayakan Rusia untuk ikut campur dalam proses demokrasi Prancis.


Muncul dengan Putin dari dua jam pembicaraan dan makan siang di istana, Macron mengatakan bahwa dia ingin memperkuat kerja sama dengan Rusia dalam mencari solusi atas konflik Suriah. Dia mengatakan bahwa hal ini melibatkan pembicaraan dengan semua pihak dalam kerangka kerja diplomatik dan politik.

Namun Macron mengatakan Prancis akan menunjukkan tidak ada kelemahan jika senjata kimia digunakan, dan akan segera merespon.

Mata-mata Prancis mengumpulkan dan mengumumkan secara terbuka bukti bulan lalu yang mengindikasikan bahwa rezim Assad telah menggunakan gas sarin beracun di kota Khan Sheikhun, sebuah serangan yang memancing AS untuk meluncurkan rudal di sebuah pangkalan udara Suriah dalam serangan pertamanya yang ditargetkan terhadap pasukan presiden Suriah .

Macron mengatakan bahwa dia menyukai transisi demokrasi di Suriah.
 
"Negara-negara yang gagal di wilayah ini merupakan ancaman bagi demokrasi kita, dan kita telah melihat setiap kali mereka membiarkan kelompok teroris maju," kata Macron.

"Prioritas mutlak kami adalah perang melawan terorisme," tambahnya seperti dimuat The Guardian. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya