Berita

Paspor Australia/Net

Dunia

Pedofil Australia Segera Dilarang Bepergian Ke Luar Negeri

SELASA, 30 MEI 2017 | 17:35 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Warga Australia yang dihukum karena kasus pedofilia akan berpotensi ditolak paspornya.

Dalam rencana "world first" yang diusulkan pemerintah Australia, negeri kanguru berencana melarang pelanggar seks yang terdaftar untuk melakukan kunjungan ke luar negeri.

Proposal itu akan diajukan ke parlemen.


Menteri Kehakiman Michael Keenan mengatakan, bila terealisasi, maka aturan akan mempengaruhi sekitar 20.000 pelanggar yang telah menyelesaikan hukuman namun tetap diawasi oleh pihak berwenang.

Pelanggar seks akan bisa mengajukan paspor jika mereka tidak lagi masuk daftar pemerintah sebagai pedofil.

"Tidak ada negara yang pernah mengambil tindakan tegas dan tegas untuk menghentikan warganya pergi ke luar negeri, seringkali ke negara-negara yang rentan, untuk menyiksa anak-anak," kata Keenan.

Menurut daftar pemerintah, sekitar 800 pelaku seks terdaftar melakukan perjalanan ke luar negeri dari Australia pada tahun 2016.

Pemerintah mengatakan sekitar 3.200 pelanggar seks tidak akan pernah memenuhi syarat untuk paspor karena dipantau seumur hidup.

Keenan menggambarkan pariwisata seks anak sebagai kejahatan yang benar-benar menjijikkan.

Proposal tersebut dicapai dengan Senator Derryn Hinch yang independen, juru kampanye lama untuk undang-undang yang lebih ketat untuk menangani pelaku kejahatan seks.

Hinch mengatakan bahwa proposal tersebut akan melindungi anak-anak.

"Anda pergi ke Bali, Anda pergi ke Phnom Penh, Anda pergi ke Siem Reap, dan Anda melihat orang-orang Australia paruh baya di sana, pria kulit putih, dengan anak muda, mereka tidak ada di sana untuk berjemur," ujarnya seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya