Berita

Willem Wandijk/Net

Politik

Serapan Anggaran Rendah Diduga Alasan Kemendes Nyetor Ke BPK

SELASA, 30 MEI 2017 | 02:42 WIB | LAPORAN:

Praktik suap dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) ke Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) agar mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) diduga muncul karena serapan anggaran Kemendes yang rendah.

Dugaan itu sebagaimana disampaikan anggota Komisi V DPR Willem Wandijk, Senin (29/5). Menurutnya, Kemendes PDTT yang merupakan salah satu mitra Komisi V DPR memiliki serapan keuangan yang rendah.

Pihaknya juga mendapat banyak laporan terkait rekrutmen pendamping dana desa. Laporan tersebut terkait perekrutan pendamping dana desa yang disinyalir tidak dilakukan secara profesional, lantaran untuk menjadi pendamping dana desa harus mendapat rekomendasi kelompok tertentu.


"Kondisi ini pula yang sangat berpengaruh pada serapan anggaran kementerian sehingga untuk dapatkan WTP mereka terpaksa menyetor sekian persen. Saya sendiri sering sampaikan ketika rapat bersama pejabat terkait bahwa serapan anggaran ini perlu dievaluasi agar tak jadi masalah," jelasnya.

Dia pun berharap, Menteri Eko dapat menjadikan peristiwa ini sebagai evaluasi total kepada kesekjenan dan dirjen-dirjen di bawahnya. Peristiwa tersebut harus jadi pecut untuk menciptakan penyelenggaraan pemerintahan yang baik, bersih, dan akuntabel.

"Evaluasi total ini pasti melibatkan kami. Setelah evaluasi ini kita akan rekomendasikan kepada Menteri Eko untuk lakukan apa saja yang bisa dilakukan untuk memulihkan kinerja dan kepercayaan publik," pungkas politisi Demokrat itu. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya