Berita

Ilustrasi/net

Politik

Subsidi Gas 3 Kg Dikhawatirkan Terus Membengkak

SELASA, 30 MEI 2017 | 01:50 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Subsidi pemerintah untuk LPG tabung kemasan 3 kg dikhawatirkan akan membengkak di tahun depan.

Anggota Komisi VII DPR, Endre Saifoel memprediksi subsidi LPG 3 kg yang di tahun 2017 dialokasikan sekitar Rp 20 triliun akan membengkak menjadi Rp 30 triliun di tahun 2018.

"Untuk 2018, realisasinya bahkan bisa naik lagi menjadi Rp 40 triliun," ujar politisi Nasdem itu saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/5).


Selain makin membengkak, ia juga khawatir program subsidi yang berjalan selama ini rawan kebocoran. Ini lantaran banyak alokasi subsidi LPG 3 kg yang tidak tepat sasaran.

"Banyak pemakai LPG kemasan 3 kg bersubsidi merupakan masyarakat mampu, yang seharusnya tidak berhak memakainya," ungkap pria yang biasa dipanggil Haji Wen itu.

Dijelaskan Haji Wen bahwa berdasarkan perkiraan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), tingkat salah sasaran subsidi LPG mencapai 40 persen.

Ini mengingat jumlah penerima LPG 3 kg sebanyak 57 juta kepala keluarga (KK), sementara data TNP2K hanya 26,7 juta KK.

Kondisi tersebut, menurutnya cukup ironis di tengah komitmen dari pemerintah untuk mencanangkan program subsidi tepat sasaran.

"Pemerintah berkomitmen merelokasi subsidi yang selama ini tidak tepat sasaran ke subsidi tepat sasaran. Namun, kenyataannya subsidi LPG yang tidak tepat sasaran terus meningkat dari tahun ke tahun," pungkasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya