Berita

Politik

Pengamat Sebut Ketua DPR Korban Pembunuhan Karakter Di Kasus E-KTP

SENIN, 29 MEI 2017 | 22:35 WIB | LAPORAN:

Pengadilan Tipikor Jakarta kembali menggelar sidang kasus korupsi proyek pengadaan kartu identitas elektronik atau e-KTP dengan terdakwa mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto.

Jaksa penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Direktur PT Cahaya Wijaya Kusuma Andi Agustinus alias Andi Narogong yang merupakan kontraktor utama proyek tersebut.

Dalam kesaksiannya, Andi membantah bertemu dengan Ketua DPR RI Setya Novanto untuk membahas proyek e-KTP. Dirinya pernah bertemu Novanto hanya membahas rencana pemesanan atribut kampanye.


Pengamat hukum tata negara Margarito Kamis menilai, berdasarkan keterangan Andi timbul pertanyaan seputar jaksa KPK. Apakah ada upaya dengan sengaja untuk menyudutkan nama Novanto.

"Yang harus dipertanyakan secara hukum, dari mana jaksa mendapatkan fakta bahwa pertemuan itu menjadi dasar Novanto melakukan kejahatan atau bersama-sama melakukan kejahatan, dari mana fakta itu. Sementara, fakta yang terungkap di dalam persidangan tidak seperti itu, tidak mungkin secara rasional ditunjuk sebagai dasar untuk mengkoefisir sebagai pelaku atau sama-sama melakukan. Bagi saya tidak berdasar tuduhan jaksa," jelas Margarito saat dihubungi wartawan, Senin (29/5).

Menurutnya, jika tudingan jaksa tidak berdasar maka nama Novanto yang selama ini disebut-sebut terlibat dalam perkara bisa disebut sebagai upaya pembunuhan karakter atau character assasination.

"Tidak bisa ditolak kalau orang mengatakan itu sebagai character assasination. Kalau ada yang menilai seperti itu saya kira itu penilaian yang sah sekali, menuduh orang tanpa dasar kan sama saja memfitnah. Itu pembunuhan karakter, merusak citra, merusak harga diri orang," beber Margarito.

Paulus Tannos, salah satu saksi yang dihadirkan di persidangan juga menyebut bahwa tidak ada pertemuan antara Andi dengan Novanto untuk membahas e-KTP. Paulus bahkan merasa bahwa Andi mencatut nama politisi Partai Golkar itu agar dapat disertakan dalam proyek e-KTP.

Saat ditanya apakah harus ada pemulihan nama baik Novanto sebagai pejabat negara jika tidak terbukti terlibat dan namanya hanya dicatut, lanjut Margarito hal itu sepenuhnya merupakan hak yang bersangkutan.

"Sangat bergantung pada Novanto. Yang jelas tuduhan itu tidak berdasar, faktanya seperti itu, pengakuan saksi seperti itu dan tidak ada fakta lain yang mendukung. Maka tuduhan dia yang melakukan kejahatan itu character assasination. Sulit mengatakan kalau itu tidak fitnah," tegasnya. [wah] 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya