Berita

Politik

Komitmen Terhadap Pancasila Memudar, Pemuda Terjebak Individualisme

SENIN, 29 MEI 2017 | 17:56 WIB | LAPORAN:

Pemuda Indonesia mesti kembali meneguhkan komitmen terhadap Pancasila dan UUD 45 agar makin peduli menjalankan nilai kebangsaan.

Selama ini, metode pengajaran Pancasila di sekolah hanya hapalan dan tidak bertumpu pada penguatan realitas jatidiri bangsa.

"Praktisnya, dalam kehidupan kebangsaan hari ini tampak jelas makin banyak pemuda terjebak dengan hedonisme dan individualisme berlebihan, sehingga banyak sekali pemuda tidak peduli kondisi bangsa Indonesia," kata Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komite Pemuda Pelajar dan Mahasiswa, Herimanto, kepada wartawan di Jakarta, Senin (29/5).


Menurut dia, situasi yang terjadi belakangan ini menggambarkan kaum muda tak peduli lagi masalah kebangsaan. Fenomena ini bisa disebut sebagai tanda-tanda minimnya kesadaran pemuda Indonesia.

"Arus informasi yang masuk melalui media komunikasi yang ada sekarang begitu gampang memecah belah dan menimbulkan ancaman di masyarakat kita," imbuhnya.

Komite Pemuda dan Mahasiswa GMNI menilai kelemahan anak muda ini disebabkan kegagalan pendidikan Pancasila, sejarah dan pendidikan agama pada institusi pendidikan di Indonesia.

Pendidikan yang diajarkan di institusi pendidikan cenderung bersifat hafalan bukan ranah aktual dan nyata pada masyarakat. Selain itu terus dibatasi pembagian waktu mengajar di sekolah-sekolah dan kampus.

"Padahal pemuda punya tenaga yang besar memajukan bangsa ini. Sehingga pemuda Indonesia menjadi lebih bijaksana  menyikapi permasalahan bangsa karena bisa mengetahui jati dirinya sendiri sebagai sebuah bangsa," pungkasnya. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya