Berita

Politik

PSI Tidak Setuju Wacana Penambahan Kursi DPR

SENIN, 29 MEI 2017 | 15:40 WIB | LAPORAN:

Partai Solidaritas Indonesia menolak wacana penambahan kursi DPR yang saat ini dibahas dalam Rancangan Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu. Pasalnya, untuk menggenjot kualitas kinerja bukan pada penambahan kursi tetapi optimalisasi kualitas anggota dewan.

"DPR terus disorot karena kinerjanya belum memuaskan ekspektasi publik," kata Sekjen PSI Raja Juli Antoni kepada wartawan di Jakarta (Senin, 29/5).

Di tengah molornya pembahasan RUU Penyelenggaraan Pemilu, sejumlah isu krusial masih belum disepakati. Diantaranya terkait wacana penambahan jumlah kursi DPR dari yang sekarang berjumlah 560 kursi. Pemerintah mengusulkan penambahan maksimal lima kursi untuk tambahan kekurangan kursi di tiga wilayah yaitu Kalimantan Utara, Riau, dan Kepulauan Riau. Lima kursi lagi untuk daerah otonom baru. DPR menginginkan penambahan hingga 19 kursi untuk mengatasi kekurangan keterwakilan.


Menurut Toni, dalam hal fungsi legislasi, baik kualitas undang-undang yang dihasilkan maupun target penyelesaian Prolegnas tidak memadai. Belum lagi regulasi yang dibatalkan Mahkamah Konstitusi. Demikian pula fungsi-fungsi lain seperti pengawasan dan penyerapan aspirasi dinilai bukan karena keterbatasan jumlah.

"Peran DPR belum maksimal. Sebaiknya jumlah yang ada dioptimalkan, termasuk fungsi-fungsi tenaga ahli," usul Toni.

Tak hanya itu, penambahan kursi DPR juga berdampak pada membengkaknya anggaran negara untuk pembayaran gaji, tunjangan dan fasilitas anggota.

"Tidak ada jaminan penambahan anggaran akan meningkatkan kinerja DPR. Sebaliknya alokasi untuk kesejahteraan rakyat berkurang," beber Toni.

Sebelumnya, Pansus RUU Penyelenggaraan Pemilu menilai ada enam provinsi yang mengalami kekurangan keterwakilan di parlemen, sebaliknya ada beberapa provinsi kelebihan keterwakilan. Opsi menambah 19 kursi muncul lantaran provinsi yang kelebihan tidak mau dikurangi kursinya.

Partai-partai politik cenderung ingin menambah kursi karena meningkatkan potensi meraih banyak kursi di DPR. Sebaliknya, parpol menolak pengurangan kursi karena akan meningkatkan persaingan memperebutkan kursi pada Pemilu 2019 mendatang.

"Tentang realokasi kursi sebaiknya perlu ditata ulang pembagian kursi berdasarkan prinsip one person, one vote, one value (Opovov)," jelas Toni.

Selain itu, untuk menjamin proporsionalitas besaran daerah pemilihan, sebaiknya didasarkan pada sensus penduduk tiap 10 tahun. Mengutip keprihatinan dari kalangan pegiat demokrasi, Toni pun mengamini soal tertutupnya pembahasan penambahan kursi.

"Hal ini melanggar prinsip keterbukaan dalam penyusunan undang-undang," katanya.

Pihak pansus juga disarankan untuk dapat menyerap aspirasi, terutama dari daerah-daerah yang mengalami kelebihan maupun kekurangan keterwakilan.

"Jangan hanya berdasarkan kepentingan parpol semata, tetapi publik harus didengarkan," demikian Toni. [wah] 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya