Berita

Politik

Pembubaran HTI Bukan Berarti Negara Anti Islam

MINGGU, 28 MEI 2017 | 21:31 WIB | LAPORAN:

Eksistensi Pancasila sebagai ideologi bangsa mulai terganggu dengan kehadiran ormas yang menginginkan ideologi negara diganti. Atas alasan itu, Komunitas Cinta Pancasila dan NKRI mendeklarasikan petisi online untuk mendukung pemerintah dalam membubarkan ormas yang anti dengan Pancasila.

Salah satu pihak yang digandeng Komunitas Cinta Pancasila dan NKRI dalam menggalang dunkungan ini adalah Ikatan Pesantren Indonesia yang dipimpin KH Zaini Ahmad.

"Saya dimintai masukan oleh gerakan ini. Memang banyak masyarakat resah atas kondisi dan situasi belakangan ini dengan lahirnya beberapa ormas atau gerakan yang mengancam pecah belahnya NKRI, yang artinya anti Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika," ujar Zaini Ahmad yang turut hadir dalam deklarasi petisi online tersebut di Cafe Demang, Jakarta (28/5).


Ia juga mengkritisi isu bahwa pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang anti Pancasila merupakan bagian dari langkah negara yang mulai anti dengan Islam. Menurutnya, pembubaran HTI bukan berarti negara anti dengan Islam.

Ia kemudian menjelaskan, Pancasila telah dirumuskan untuk menghapus sekat-sekat dalam berbangsa. Negara tidak anti Islam dengan menegakkan Pancasila.

"Indonesia tidak anti Islam. Pancasila itu dirumuskan juga oleh para ulama seperti Agus Salim dan Wahid Hasyim Asy'ari. Beliau beliau itu sudah matang dalam menganalisa ke depan bahwa dengan keanekaragaman di Indonesia ini bisa lebih nyaman," jelasnya.

Atas alasan itu juga, lanjut Zaini,  ormas Islam di Indonesia yang mengakui Pancasila sebagai ideologi bangsa justru mendukung keputusan pemerintah untuk membubarkan ormas anti Pancasila.

"Sudah banyak digaungkan termasuk NU dan Muhammadiyah itu kan ormas-ormas Islam dan mereka mendukung pembubaran ormas anti Pancasila ini," pungkasnya. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya