Berita

Foto/RMOL

Politik

Petisi Dukung Pembubaran Ormas Anti Pancasila Dideklarasikan

MINGGU, 28 MEI 2017 | 18:44 WIB | LAPORAN:

Sebuah petisi online untuk mendukung pemerintah dalam membubarkan organisasi kemasyarakatan (ormas) anti Pancasila dibentuk oleh Komunitas Cinta Pancasila dan NKRI.

Koordinator komunitas tersebut, Arif Rahman, mengatakan bahwa petisi online berjudul "Dukungan Terhadap Larangan dan Pembubaran Ormas dan Ajaran Anti Pancasila" dibentuk karena munculnya kegelisahan atas eksistensi Pancasila sebagai falsafah dan ideologi bangsa yang mulai terganggu.

"Kita berikan dukungan pada Menkopolhukam, Polri, dan Presiden dalam pembubaran ormas anti Pancasila," ujarnya dalam deklarasi di Cafe Demang, Jakarta, Minggu petang (28/5).


Ia menegaskan bahwa segala hal termasuk ormas yang mengganggu falsafah Pancasila sebagaimana dicanangkan bapak pendiri bangsa memang layak untuk dibubarkan.

"Kami sangat terusik dengan kondisi terkini dan kami mengutuk keras serta mendukung ormas yang mengganggu Pancasila tersebut untuk dibubarkan" tegasnya.

Arif kemudian mencontohkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang menurutnya jelas-jelas ingin membentuk ideologi lain untuk mengganti Pancasila. Menurutnya, hal ini sama bahayanya dengan merebaknya PKI melalui simbol-simbol di tengah masyarakat.

"Atas dasar fakta-fakta itu kami membuat petisi online untuk mendukung pemerintah agar percaya diri dalam pembubaran ormas anti Pancasila tersebut," jelasnya.

Petisi online yang dideklarasikan tersebut dapat diakses di link www.change.org. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya