Berita

Aksi Demonstrasi/net

Politik

Menkopolhukam: Jangan Ada Demo-Demo Lagi, Demo Itu Jadi Lahan Bisnis

MINGGU, 28 MEI 2017 | 02:04 WIB | LAPORAN:

Demokrasi di Indonesia saat ini belum dapat dikategorikan bebas. Namun, para aktivis kerap memaksimalkan hal itu lewat ajang demonstrasi.

"Ini (demo) jadi makanan empuk bagi para aktivis yang kerjanya mengkritisi. (Sehingga) menyebabkan adanya pandangan yang keliru pada kinerja pemerintah," ungkap Menkopolhukam Wiranto di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, Sabtu (27/5).

Menurut Wiranto, pemerintah mendengarkan suara rakyat dan menjalankan apa yang dikeluhkan. Meski pun belum tercapai seluruhnya.


Wiranto mengatakan, masyarakat memang perlu mendukung kinerja positif pemerintah. Namun, tidak perlu melakukan demo. Apalagi, demo yang dijadikan kedok sebagai lahan bisnis.

"Kalau pemerintah salah ya benerin. Dengan cara (memberi) saran-saran yang positif. Jangan demo-demo. Memang benar demo itu kewajiban (dilindungi Undang-undang). Tapi, kalau demo jadi lahan bisnis, tidak fair lagi," ungkap mantan panglima ABRI era Suharto itu.

Pernyataan itu, disampaikan Wiranto saat menjadi keynote speaker di Talkshow Kebangsaan "Merajut Indonesia dalam Kebhinekaan" yang diselenggarakan KNPI. Ikut hadir dalam talkshow tersebut, Kakorbinmas Baharkam Polri Inspektur Jenderal Arkian Lubis yang mewakili Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Serta pengamat hukum dan politik Firman Jaya Daeli, Ketua Umum DPP KNPI Muhammad Rifai Darus, serta perwakilan pembicara dari Kemendagri dan Kemenpora.[san]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya