Berita

Eko Putro Sandjojo/Net

Hukum

Anak Buahnya Dicokok KPK, Begini Respon Menteri Eko

SABTU, 27 MEI 2017 | 22:49 WIB | LAPORAN:

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengaku tak percaya bawahannya, Sugito, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat lalu (26/5).

"Saya sangat prihatin mendengar kejadian itu. Hati kecil saya tidak percaya Pak Irjen (Sugito) tersangkut masalah ini," ungkap Eko dalam konferensi pers di kantor, Sabtu (27/5).

Irjen Kemendes PDTT itu ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap usai diperiksa selama 1x24 jam oleh tim dari KPK.


Meski kasus tersebut mencoreng kementeriannya, Eko tetap mewanti-wanti anak buahnya yang lain terkait tindak pidana korupsi.

"Saya sering mengatakan di depan staf, KPK berhak melakukan pemeriksaan tanpa pemberitahuan untuk pencegahan," ungkapnya.

Eko berharap terungkapnya kasus dugaan suap itu dapat dijadikan pelajaran bagi anak buahnya untuk berbenah.

"Saya senang sekali kasus-kasus korupsi jauh improvement-nya. Kita ikuti aturan yang berlaku dan kejadian ini bisa membawa pelajaran buat kita semua dan diperbaiki lebih baik lagi," pungkasnya.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan suap terkait opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dua tersangka dari Kemendes PDTT dan dua lainnya dari BPK. KPK sebelumnya menangkap tangan tujuh orang di dua lokasi berbeda dalam kasus ini. [sam]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya