Berita

Muhammad Sultan Fatoni

NGAJI RAMADHAN

Ru’yatul Hilal bil Fi’li

SABTU, 27 MEI 2017 | 19:43 WIB | OLEH: MUHAMMAD SULTON FATONI

HARI Jumat sore kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tampak cukup ramai. Ruang Kontrol dan Komando NU di lantai lima dipenuhi pengurus termasuk Lembaga Falakiyyah (Astronomi NU) dan para wartawan. Kiai Said Aqil petang itu sedang memantau melalui layar digital aktifitas Pengurus NU Cabang di beberapa daerah yang sedang melakukan ru’yatul hilal bil fi’li, diantaranya Makassar, Nusa Tenggara Barat, Gresik, Lamongan, Surabaya dan Riau. Petang itu hasil pun didapat, yaitu tim ru’yatul hilal yang di Gresik dan Lamongan berhasil melihat bulan. PBNU pun mengabarkan kepada umat Islam bahwa Hari Sabtu tanggal 27 Mei 2017 adalah awal Ramadhan. Apa sih maksud kalimat ru’yatul hilal bil fi’li itu?

Puasa Ramadhan itu selama satu bulan. Seorang muslim yang akan berpuasa Ramadhan harus mengetahui kapan mengawali puasanya dan mengakhirinya. Berarti harus tahu kapan tanggal satu Ramadhan dan kapan akhir bulan Ramadhan. Menentukan waktu awal dan akhir puasa Ramadhan tersebut dilakukan dengan cara observasi hilal secara langsung atau ulama fiqh menyebutnya ru’yatul hilal bil fi’li. Astronom kita Thomas Djamaluddin memaknai hilal dengan “bulan sabit pertama yang berhasil teramati di ufuk barat sesaat setelah matahari terbenam, berwujud goresan garis cahaya yang tipis, dan jika menggunakan alat teleskop dengan pemroses citra bisa tampak sebagai garis cahaya tipis di tepi bulatan bulan yang mengarah ke matahari.

Aktifitas melihat hilal dilakukan petang hari saat hari mulai gelap (la budda min ru’yatihi lailan). Tim khusus yang melakukan aktifitas melihat hilal selalu memilih lokasi aktifitasnya di suatu tempat strategis yang pandangannya tidak terhalangi, misalnya di atas gedung, di pinggir laut, di atas bukit dan lainnya. Tim dari Gresik yang berhasil melihat hilal misalnya, mereka melakukan aktifitas di bukit Condrodipo yang berada di ketinggian 120 meter di atas permukaan air laut.


Jika berhasil melihat hilal Ramadhan maka waktu maghrib saat itu terhitung bulan Ramadhan, artinya pagi harinya adalah awal puasa Ramadhan. Namun jika tidak dapat melihat hilal maka umur Sya'ban (bulan hijriah sebelum Ramadhan) digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari. Artinya, maghrib saat itu belum masuk bulan Ramadhan. Sehingga puasa Ramadhan diawali pada sehari berikutnya.

Kegiatan ru’yatul hilal bil fi’li dilakukan karena perintah Nabi Muhammad saw., “berpuasalah kalian setelah hilal terlihat dan sudahi puasa kalian juga setelah hilal terlihat. Jika hilal tertutupi mendung maka sempurnakan hitungan bulan Sya’ban menjadi tiga puluh hari.” Melihat hilal dalam konteks puasa Ramadhan memang penting. Karena itu saat proses ru’yatul hilal selalu melibatkan beberapa orang. Jika diantara mereka berhasil melihat hilal maka yang bersangkutan diambil sumpah untuk memastikan bahwa kesaksiannya melihat hilal tersebut adalah benar. Prosedur ini bentuk pemberlakuan manajemen resiko untuk pelaksanaan puasa Ramadhan (al-ihtiyath lis-shawm).

Ru’yatul hilal bil fi’li tidak hanya dilakuan saat menentukan awal dan akhir bulan Ramadhan. Ibadah yang lain pun juga memberlakukan ru’yatul hilal bil fi’li seperti wukuf di Arafah. Umat Islam yang melaksanakan ibadah haji harus terlebih dahulu mengetahui hilal bulan Dzulhijjah.

Maka marilah kita bersungguh-sungguh beribadah di bulan Ramadhan, khususnya puasa. Rasulullah saw. bersabda sebagaimana diriwayatkan Bukhari dan Muslim, “Islam dibangun di atas lima prinsip, yaitu bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan-Nya; melaksanakan salat; menunaikan zakat; melakukan haji dan berpuasa pada bulan Ramadhan.” Selamat berpuasa. [***]

Penulis adalah Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya