Berita

Bisnis

Subsidi 11 Industri Biofuel Sama Dengan Subsidi Bodong Obligor BLBI

SABTU, 27 MEI 2017 | 17:37 WIB | LAPORAN:

Direktur Eksekutive Indonesia Development Monitoring (IDM), Fahmi Hafel mengungkapkan adanya kerugian triliunan rupiah pada pemberian subsidi kepada 11 Industri biodiesel.

Pungutan dari hasil ekspor CPO yang sudah berjalan hampir dua tahun itu, dilakukan tanpa ada kontrol jelas.

"Berpotensi adanya produksi biodiesel bodong," tegasnya dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Sabtu (27/5).


Menurutnya, kasus biodiesel bodong tak jauh beda dengan dana talangan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia yang diberikan kepada para bankir perampok dana pemerintah beberapa tahun lalu.

"Kesamaannya adalah sama-sama menguras uang negara yang susah payah dikumpulkan dan modusnya sama tipu.muslihat oleh 11 industri biodiesel berbahan baku CPO yang juga pemilik Pabrik Kelapa sawit dan Perkebunan sawit paling luas di Indonesia," jelasnya.

Kasus biodiesel bodong tersebut, menurutnya, kerap terjadi di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Untuk itu, diharapkannya agar orang-orang​ terdekat Presiden Joko Widodo untuk memberikan masukan yang benar terkait dugaan penyelewengan dana tersebut.

"Joko Widodo harus nya diberikan masukan yang benar terkait Industri biodiesel yang banyak menyedot duit negara diera SBY," desaknya.

Akibat dari banyaknya uang negara yang disedot dari industri biodiesel tersebut, lanjutnya, akhirnya pemerintah menerapkan pungutan ekspor (PE). PE tersebut diakuinya sangat merugikan produsen kelapa sawit dan CPO nasional, pembeli (importir) CPO dan produk turunannya di luar negeri, penyedia jasa di pelabuhan dan pemasok input perkebunan kelapa sawit serta negara.

"PE akan menekan harga di pasar dalam negeri sehingga menimbulkan disinsentif berproduksi bagi produsen CPO dan produk turunannya," imbuhnya.

Hal ini, menurut dia, dapat berwujud pengurangan penggunaan input sehingga pemasok input juga mengalami imbas kerugian produsen. Khusus untuk kasus CPO, pengusaha penghasil CPO akan menekan harga tandan buah segar (TBS) yang dihasilkan petani.

"Jadi secara implisit, TBS juga terkena pungutan ekspor, meskipun petani tidak mengekspor," imbuhnya.

Selanjutnya, tambah Fahmi, penurunan produksi  CPO dan produk turunannya   menyebabkan ekspor CPO dan produk turunannya turun pula.  Penurunan ekspor  ini  mengakibatkan kebutuhan importir di luar negeri tidak terpenuhi.

Bahkan, lanjut Fahmi, apabila penerapan PE oleh Indonesia ini menimbulkan guncangan harga di pasar  internasional, maka importir akan membeli CPO dan produk turunannya dengan harga lebih tinggi dari pada tanpa PE.

"Penurunan volume ekspor ini juga berarti merugikan  pelaku bisnis di pelabuhan dan negara  juga  kehilangan devisa. Akhir nya bisa disimpulkan memang gampang betul kalau Presiden kurang cerdas di bohongi 11 konglomerasi sawit, bikin Peraturan Pemerintah yang bertentangan dengan UU main teken teken aja tuh Presiden Enga makai mikir. Piye iki Sinuhun Joko Widodo," tukasnya. [sam]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya