Berita

Kekerasan di tengah aksi unjuk rasa Venezuela/Net

Dunia

Venezuela Batasi Peliputan Media Soal Gelombang Demonstrasi

SABTU, 27 MEI 2017 | 15:01 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Gelombang demonstrasi yang terjadi di jalanan Venezuela sejak beberapa bulan terakhir membuat resah pemerintah.

Di pegunungan di atas Caracas, dua pejabat pemerintah kerap berdiri mengawasi antena jaringan berita TV Globovision. Mereka bersiap untuk memutus jaringan jika ada keberatan dari regulator atas peliputan soal demonstrasi yang tak jarang diwarnai dengan kekerasan.

Menurut dua pengawal stasiun radio setempat seperti diberitakan Reuters, stasiun berita 24 jam Venezuela itu menerima peringatan reguler dari regulator telekomunikasi negara Conatel untuk tidak menunjukkan rekaman bentrokan antara pemrotes anti-pemerintah dengan pasukan keamanan. Mereka juga dillarang menggunakan sejumlah istilah seperti "kediktatoran" dan "represi".


"Ini adalah ancaman harian," kata salah satu karyawan, mengutip informasi dari manajer stasiun dan meminta untuk tidak diidentifikasi.

"Conatel sedang membuat keputusan tentang liputan," sambungnya,
 
Berbeda dengan gelombang kerusuhan masa lalu di Venezuela, khususnya selama pemerintahan Hugo Chavez tahun 1999-2013, tiga stasiun televisi swasta utama di negara tersebut telah memberikan liputan langsung mengenai demonstrasi anti-pemerintah terbaru

Dalam gelombang protes kali ini, TV swasta jarang menunjukkan lebih dari beberapa menit demonstrasi real-time

Namun, jaringan swasta, termasuk Globovision, memberi bobot yang sama besar kepada para pemimpin oposisi dan pemerintah dan pendukungnya dalam siaran.

"Jika orang-orang di luar negeri mengambil sampel media TV Venezuela secara langsung, mereka akan terkejut saat mengetahui bahwa oposisi terus-menerus mencela pemerintah dan bahkan mengajukan permohonan banding yang sangat tipis kepada militer untuk menggulingkan Maduro, "kata Joe Emersberger, seorang blogger Kanada yang melacak media Venezuela dan menulis untuk jaringan Telesur yang didanai pemerintah.

Karena tidak dapat mengikuti demonstrasi di TV, banyak orang Venezuela telah beralih ke sumber informasi lain, terutama secara online.

Namun sayangnya, hanya sekitar 53 persen warga Venezuela yang memiliki akses ke internet. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya