Berita

Istri dari Lee Ming-che, Lee Ching-yu, membawa poster dengan wajah suaminya/net

Dunia

China: Aktivis Taiwan Mengaku Lakukan Tindakan Subversif

SABTU, 27 MEI 2017 | 12:13 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pemerintah Republik Rakyat China menahan seorang aktivis hak asasi manusia asal Taiwan karena dicurigai melakukan gerakan subversif.

Pemerintah Taiwan menyatakan, Lee Ming-che, seorang pekerja LSM berusia 42 tahun, tidak bisa dihubungi sejak 19 Maret lalu setelah memasuki kota Zhuhai, China bagian tenggara..

Pada hari Jumat, kantor berita resmi China, Xinhua, melaporkan bahwa Lee berada dalam tahanan dan telah mengakui tuduhan subversif yang diarahkan kepadanya.


Jurubicara pemerintah China pada Kantor Urusan Taiwan menyatakan Lee telah berkolusi dengan orang-orang "daratan" mendirikan organisasi ilegal, merencanakan dan melakukan kegiatan untuk menumbangkan kekuasaan negara.

"Setelah diinterogasi, Lee dan kelompoknya mengaku terlibat dalam kegiatan yang membahayakan keamanan nasional," kata jurubicara badan tersebut tersebut, dikutip Xinhua.

Lee, yang bekerja di sebuah perguruan tinggi di Taipei, dianggap telah lama mendukung organisasi masyarakat sipil dan aktivis di China. Namun, pihak Taiwan tidak percaya dengan tuduhan itu.

"Pihak berwenang China tidak mengungkapkan bukti yang terkait dengan kasus ini sama sekali," kata Dewan Urusan Daratan Taiwan dalam sebuah pernyataan Jumat malam, menanggapi laporan tersebut.

Pemerintah Taiwan menyebut, tanggapan yang samar dan dangkal dari pemerintah China tidak akan bisa meyakinkan rakyat Taiwan dan juga tidak bisa meyakinkan masyarakat internasional dalam kasus ini.

Asosiasi Hak Asasi Manusia di Taiwan mengungkapkan, Lee telah bertahun-tahun mendiskusikan pengalaman demokratis Taiwan dengan teman-temannya di China secara online. Ia juga sering mengirimkan buku kepada mereka.

Penahanan terhadap Lee adalah insiden terbaru yang makin meningkatkan ketegangan antara Beijing dan Taipei sejak Presiden Tsai Ing-wen memenangkan pemilihan presiden Taiwan. Beijing tidak mempercayai Partai Progresif Demokratik, di mana Tsai Ing-wen bernaung, dan telah memutuskan komunikasi resmi dengan Taipei sejak dia menjabat.

Aktivis Amnesty International, Patrick Poon, kepada AFP, mengatakan, adalah sangat mengkhawatirkan bila berbagi pandangan dan pengalaman demokrasi Taiwan dianggap sebagai subversi oleh pemerintah China.

Taiwan memang sudah membentuk pemerintahannya sendiri sejak tahun 1949 usai perang sipil di daratan China. Namun, Beijing tetap mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya yang menunggu penyatuan kembali, bahkan jika perlu dengan kekerasan. [ald]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Purbaya Soal THR Swasta Kena Pajak: Protes ke Bos Jangan ke Pemerintah

Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:35

Immoderma Clinic Hadirkan Remee Pro, Teknologi Baru Injector Skinbooster

Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:28

Keterlibatan di BoP, Indonesia Jangan Terjebak Langgam Donald Trump

Sabtu, 07 Maret 2026 | 16:54

Ketika Risiko Bisnis Dipidanakan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 16:19

Digelar di Palu, Muswil DPW PPP Sulteng Lancar dan Sesuai Konstitusi

Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:35

Komisi I DPR: Pemerintah Harus Konsisten Jalankan Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:13

Maskapai Saudia Mulai Buka Penerbangan Tujuan Dubai

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:59

Perempuan Bangsa Soroti Keselamatan Anak dan Lansia Saat Mudik

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:44

Purbaya Sudah Cairkan THR Pensiunan Rp11,4 Triliun, ASN Pusat Baru Rp3 Triliun

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:26

Pendapatan PGAS Naik Jadi 3,98 Miliar Dolar AS di 2025

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:07

Selengkapnya