Berita

Hillary Clinton/Reuters

Dunia

Sindir Trump, Hillary Clinton Bandingkan Dengan Richard Nixon

SABTU, 27 MEI 2017 | 09:53 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat yang juga rival Doanald Trump dalam pemilu tahun lalu, Hillary Clinton melontarkan komentar miring soal Trump dalam pidato di almamaternya Wellesley College (Jumat, 26/5).

Secara tidak langsung Clinton membandingkan Trump dengan mantan presiden Richard Nixon, yang mengundurkan diri pada 1974 untuk lolos dari pemakzulan.

Meski tak menyebut nama Trump, Clinton secara implisit membandingkan Trump dengan Nixon, presiden Republik yang diturunkan oleh skandal Watergate.


Nixon pada saat itu memecat Jaksa Agung, langkah itu dibandingkan dengan pemecatan Direktur FBI James Comey oleh Trump.

Comey sendiri diketahui tengah sedang menyelidiki campur tangan Rusia dalam pemilihan tahun lalu dan kemungkinan kolusi dalam kampanye Trump.

Mantan ibu negara tersebut mengatakan bahwa kelasnya tahun 1969 sangat marah dengan pemilihan Nixon.

"Seorang pria yang kepresidenannya pada akhirnya akan berakhir dengan aib dengan impeachment-nya untuk menghalangi keadilan," kata Clinton.

"Anda lulus pada saat ada serangan tuntas terhadap kebenaran dan alasan. Masuklah ke media sosial selama 10 detik, akan membuat Anda tepat di depan," jelanya.

"Orang-orang menyangkal sains, meramu teori konspirasi yang sangat rumit. Mengembangkan ketakutan yang merajalela tentang imigran berdokumen, Muslim, minoritas, orang miskin," tambahnya.

Ia pun menyebut anggaran federal yang diusulkan Trump  sebagai sebuah serangan kekejaman yang tak terbayangkan pada pendidikan publik, perawatan kesehatan mental yang paling buruk.

"Itu penting karena jika pemimpin kita berbohong tentang masalah yang kita hadapi, kita tidak akan pernah menyelesaikannya. Itu penting karena ini meruntuhkan kepercayaan pada pemerintah secara keseluruhan," tegas Clinton seperti dimuat Reuters. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya