Berita

Petani Bawang/Net

Politik

Harga Bawang Di Solok Anjlok, Banteng Senayan Salahkan Bulog

SABTU, 27 MEI 2017 | 03:07 WIB | LAPORAN:

Saat harga bawang merah di beberapa daerah merangkak naik, di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, justru terjadi sebaliknya. Harganya anjlok sampai Rp 9.000 per kilogram untuk bawang jenis super. Para petani daerah tersebut pun menjerit.

Kondisi ini membuat Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto terheran-heran. Politisi PDIP ini pun langsung menyoroti peran Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam menstabilkan harga barang kebutuhan pokok.

Kata Darmadi, Bulog belum sepenuhnya menunjukkan keberpihakan kepada petani. Sebagai perusahaan plat merah yang diberi penugasan untuk lakukan pembelian komoditas pertanian saat harga di tingkat petani jatuh, mestinya Bulog tidak mikir untung-rugi lagi.


“Seharusnya Bulog berani melakukan penetrasi saat petani kesusahan,” katanya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (26/5) malam.

Sebelumnya, Edward Jamil, seorang petani bawang merah dari Desa Alahan Panjang, Kabupaten Solok, mènuturkan bahwa harga bawang di daerahnya turun drastis. Saat ini harga bawang meràh hanya di kisaran Rp 12.000 sampai Rp 13.000 per kilogram untuk jenis jumbo dàn Rp 9.000 sampai Rp 10.000 per kilogram untuk jenis super.

Padahal, kata Edward, beberapa bulan yang lalu, ketika Mènteri Pertanian datang ke Solok, harga bawang berada pada posisi  Rp 24.000 sampai Rp 25.000 per kilogram. Pada saat itu, Bulog berjanji akan dibeli di kisaran harga Rp 15.000 per kilogram jika harga bawang di pasaran sedang jatuh.

“Namun, pada saat harga jatuh Rp 12.000 per kilogram, petugas Bulog tidak pernah kelihatan,” cetusnya.

“Petugas Bulog tidak kelihatan. Mereka sepertinya cuek saja dengan derita kami,” kata Muknaldi, rekan Edward.

Darmadi mengingatkan, Bulog seharusnya berada di garda terdepan membela petani. Makanya, dia menyayangkan sikap Bulog yang kadang tidak berani langsung membeli hasil panen para petani padahal harga sedang jatuh.

“Kemarin Bulog sudah di-support BRI sebesar Rp 27 triliun. Memang, untuk beli barang hasil pertanian sementara ini masih terbatas. Ini yang menyebabkan Bulog kadang enggak berani. Tapi, perlu diingat bahwa harga hancur itu kan karena pasokan banyak. Nah, di situ sebetulnya harus ada intervensi Bulog lakukan pembelian agar harga tidak anjlok,” jelasnya. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya