Berita

Febri Diansyah/Net

Hukum

DUGAAN KORUPSI E-KTP

Putri Setya Novanto Mangkir Panggilan KPK

JUMAT, 26 MEI 2017 | 21:14 WIB | LAPORAN:

Mantan Komisaris PT Murakabi Sejahtera, Dwina Michaella tidak memenuhi jadwal pemeriksaan KPK.

Sedianya putri Ketua DPR, Setya Novanto itu menjadi saksi untuk tersangka korupsi KTP elektonik (e-KTP), Andi Agustinus, pagi tadi.

"Sampai sore, penyidik belum memperoleh konfirmasi terkait ketidakhadirannya (Dwina). Akan dilakukan pemanggilan kembali," ujar Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jumat (26/5).


Menurutnya, keterangan Dwina diperlukan untuk melengkapi data penyidik terkait proyek e-KTP. Selain itu, menggali keterangan terkait posisi Dwina saat menjabat di PT Murakabi, serta statusnya yang masih berkerabat dengan pihak yang terlibat dalam kasus ini.

Direktur utama dari PT Murakabi adalah Irvanto Hendra Pambudi. Ketika menjadi saksi dalam sidang lanjutan e-KTP, Irvanto mengaku pernah bergabung dengan konsorsium proyek pengadaan e-KTP. Ia juga mengakui bahwa dirinya merupakan keponakan dari Setya Novanto.

PT Murakabi merupakan salah satu perusahaan yang bergabung dengan konsorsium proyek e-KTP. Selainitu dibentuk pula konsorsium Astra Graphia. Keduanya sengaja dibentuk untuk mengawal konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) memenangkan lelang tersebut.

Penyidik juga panggil dua saksi lainnya, untuk kasus e-KTP, Panitera Pengganti pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Suswanti dan Siti Marwa dari pihak swasta. Keduanya dikonfirmasi memenuhi panggilan penyidik KPK. [sam]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya