Berita

Ilustrasi/Net

Politik

NKRI Terancam Berbagai Persoalan, Politisi Senayan Ngapain Aja?

JUMAT, 26 MEI 2017 | 19:48 WIB | LAPORAN:

RMOL. Kinerja dan perilaku para politisi di gedung Parlemen Senayan harus dikontrol dengan sangat ketat. Selama duduk di kursi parlemen, banyak politisi yang tidak bekerja dan malah asyik memikirkan bagi-bagi kekuasaan untuk dirinya semata.
 
Hal itu disampaikan aktivis perburuhan Timboel Siregar. Menurut Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (Opsi) ini, para politikus di Senayan kini malah sibuk mengutak-atik Undang Undang mengenai susunan dan kedudukan MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3), guna menambah jumlah anggota DPR, jumlah pimpinan DPR, jumlah pimpinan MPR dan jumlah pimpinan DPD.
 
"Mereka hanya berpikir bagaimana mereka bisa terus ada di Senayan, hidup senang menjadi pimpinan dengan segala fasilitas mewah sebagai pejabat negara, tanpa pernah berpikir kalau penambahan jumlah kursi kursi  itu akan berdampak secara signifikan pada penambahan anggaran APBN. Mereka juga sepertinya tidak berpikir penambahan anggaran itu sebaiknya diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat, untuk mendukung pembangunan infrastruktur, dan lain sebagainya,” jelas dia dalam perbicangan dengan redaksi, Jumat (26/5).
 

 
Selain persoalan kesulitan perekonomian yang membelit bangsa ini, lanjut Timboel, krisis kepercayaan dan ancaman disintegrasi bangsa Indonesia, termasuk maraknya peristiwa-peristiwa intoleran dan kekerasan di masyarakat, berujung pada kian tidak mahu tahunya para politisi di Senayan untuk memikirkan masyarakat Indonesia agar lebih baik ke depan.
 
Kondisi ini, menurut Timboel, tidak boleh dibiarkan begitu saja. Upaya keras dan sangat ketat dari setiap unsur masyarakat melakukan kotrol dan menindak para politisi yang sudah kehilangan sense of belonging terhadap persoalan rakyat itu. Termasuk, upaya tegas dari masing-masing setiap partai politik (parpol) yang merupakan rumah para politisi itu, hendaknya bertindak tegas terhadap anggota-nya yang duduk sebagai legislator di Senayan.
 
"Sementara mereka terus asyik mikirin diri sendiri, tidak jauh dari Sulawesi Utara, yakni di Kota Marawi di Pulau Mindanao sudah dikuasai Kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah atau ISIS. Mereka enggak mau tahu kalau ISIS selangkah lagi berpidah ke Indonesia,” demikian Timboel. [sam]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya