Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Isu Sektarian dan Primordialisme Tutupi Kejahatan Korupsi

JUMAT, 26 MEI 2017 | 19:28 WIB | LAPORAN:

Para politisi Indonesia saat ini kebanyakan menjadikan dunia politik bukan sebagai panggilan jiwa.

Karena itulah, maka persoalan-persoalan pelik yang terjadi, termasuk pemberantasan korupsi, tampak berjalan di tempat saja.
 
"Politik bukan panggilan jiwa, namun berhenti menjadi sebuah karier,” ujar budayawan Isti Nugroho di Jakarta, Jumat (26/5).
 

 
Dia sepakat, banyak kasus korupsi yang pengusutannya tak menyentuh level kakap. "Mulai kasus korupsi E-KTP, belum lagi korupsi Hambalang, Wisma Atlet, kasus Century, dimana para aktor dan dalang intelektual sudah bersekutu dengan para oligarkhi, jumlahnya sudah kian banhyak dan sudah merajalela,” ujarnya.
 
Dalam proses pengusutannya, lanjut dia, tebang pilih. Sebagai contoh, lanjut dia, para aktor korupsi yang berkuasa besar di dalam partai politik tidak disentuh. Padahal, kasus korupsi E-KTP misalnya, pasti melibatkan para petinggi parpol.
 
Saat ini pun, lanjut dia, kekuatan civil society sangat lemah, dimana para ulama, tokoh-tokoh agama dari semua agama, masih sangat lemah komitmennya memberantas korupsi.
 
"Sangat buruk, dimana civil society sangat lemah, pembangunan ekonomi pasca Orba banyak terjadi konglomerasi dibandingkan untuk kepentingan rakyat. Politisi di parlemen mempertahankan korupsi mereka, fenomena oligarkhi politik sangat kuat. Hingga posisi rakyat sudah sangat marginal, tidak kritis dan dibenturkan pada persoala-persoalan primordialisme, sehingga pemberantasan korupsi terabaikan,” tuturnya.
 
Dia mengatakan, jika oligarkiisme yang berkuasa, maka masyarakat diperdaya menjadi lemah, maka isu sektarian dan primordialisme dikedepankan menutupi berbagai kejahatan korupsi. [sam]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya