Berita

Net

Politik

Penerapan Ambang Batas Pencalonan Presiden Tidak relevan

JUMAT, 26 MEI 2017 | 17:29 WIB | LAPORAN:

Penerapan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold pada Pemilu 2019 dianggap tidak relevan.

"Yang jelas presidential threshold itu tidak relevan lagi diimplementasikan dalam pilpres. Sebab, pemilunya sudah serentak," kata pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris kepada wartawan di Jakarta, Jumat (26/5).

Menurutnya, jika presidential threshold diterapkan di Pemilu 2019 dengan mengambil dari hasil perolehan suara Pemilu 2014 maka sejatinya tidak bisa digunakan lagi.


"Kalau tetap digunakan maka yang dipakai untuk menghitung ambang batas dari mana. Kalau kemudian menggunakan hasil Pemilu 2014, itu sudah dipakai sehingga memang tidak relevan," jelas Syamsuddin.

Diketahui, Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 14/PUU-XI/2013 menyatakan pada Pemilu 2019 pemilihan legislatif dan pemilihan presiden dan wakil presiden dilaksanakan secara serentak.

Dengan begitu, ambang batas pencalonan presiden secara otomatis hilang atau nol persen. Konstelasi politik di parlemen menunjukkan mayoritas fraksi menghendaki tidak adanya ambang batas pengajuan calon presiden di Pemilu 2019. Sebanyak enam fraksi mendukung tidak adanya presidential threshold atau nol persen, Fraksi PKB meminta opsi 5 persen. Hanya tiga fraksi yang menolak dan tetap menginginkan ambang batas di angka 20 persen, yaitu Fraksi PDIP, Fraksi Nasdem, dan Fraksi Golkar. [wah] 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya