Berita

Mochamad Afifuddin/net

Politik

Punya Daya Rusak Dahsyat, Bawaslu Siapkan Pengawasan Khusus Media Sosial

JUMAT, 26 MEI 2017 | 17:19 WIB | LAPORAN:

Badan Pengawas Pemilu mulai berbenah diri untuk menghadapi Pilkada 2018 mendatang. Sejumlah pembenahan tersebut menyasar kepada strategi pengawasan.

Komisioner Bawaslu, Mochamad Afifuddin menilai strategi pengawasan sangat penting mengingat inovasi pelanggaran semakin masif. Berkaca dari Pilkada 2017 lalu, khususnya Pilkada DKI Jakarta, dalam strategi pengawasan, Bawaslu bakal mengandeng partisipasi masyarakat sebagai pengawas dengan dibangunnya pusat partisipasi masyarakat.

"Kita mengajak masyarakat menjadi pengawas partisipatif, bukan hanya menggunakan suara saja, tetapi masyarakat bisa menjadi pengawas dalam sekretariat bersama pengawasan pemilu partisipatif," ujar Afifuddin saat diskusi bertema Peran Masyarakat Sipil dan Pengawas dalam Pemilu Serentak 2019 di Media Center Bawaslu, Jakarta Pusat, Jumat (26/5).


Lebih lanjut, saat ini pihaknya juga memperbaiki sistem informasi pengawasan dengan menerapkan sistem berbasis teknologi informasi. Pengembangan aplikasi ini nantinya sebagai laporan awal yang dilakukan pengawas partisipatif dan relawan pengawas pemulu.

"Hal lain yang kita persiapkan yakni manajemen resiko pemilu dengan penyusunan indeks kerawanan Pemilu yang menjadi alat bantu dalam menentukan strategi dan langkah-langkah antisipasi, pencegahan dan meminimalisasi kerawanan penyelenggaraan pemilu," ujar Afifuddin

Terkait mengenai aturan kampanye, khususnya media sosial, pihaknya terus berkordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum dan instansi terkait lainnya seperti Kementerian Komunikasi dan Informasi.

Menurut Afifuddin, meski media sosial bersifat pribadi, namun efek yang dibuat memiliki daya rusak yang dahsyat. Sebab, inovasi pelanggaran kampanye, khususnya di media sosial tidak semuanya bisa diantisipasi dengan aturan-aturan pengawasan. Terlebih penyebaran kampanye bersifat negatif tidak dibuat dari akun yang telah terdaftar di KPU, melainkan dari akun lain yang mengaku relawan pasangan tertentu.

"Secara teknis, kita akan membuat sistem informasi sebagai pusat pelaporan, tapi untuk mengawasi kampanye, dari akun-akun lain kita butuh banyak masukan, seperti relawan itu definisi luas, pastinya kita terus berkordinasi mengenai aturan-aturan kampanye itu," demikian Afifuddin.[san]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya