Berita

Fadli Zon

Politik

Jokowi Minta Pembahasan RUU Terorisme Dipercepat, Fadli Zon Bilang Hati-hati

JUMAT, 26 MEI 2017 | 14:09 WIB | LAPORAN:

Revisi UU Terorisme menjadi salah satu poin yang disorot Presiden Joko Widodo saat mengunjungi lokasi bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, kemarin malam.

Presiden meninjau lokasi teror Kampung Melayu sekitar pukul 21.30 WIB (Kamis, 25/5). Ia didampingi Ibu Negara, Iriana; Wakil Presiden, Jusuf Kalla, dan istrinya, Mufidah Kalla; serta Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Wakapolri Komjen Pol Syafruddin; juga Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki.

Usai peninjauan, Jokowi sempat memberi keterangan pers. Presiden meminta jajaran menteri dan DPR RI mempercepat proses revisi UU anti terorisme, agar tindakan mencegah aksi terorisme memiliki landasan hukum yang kuat.


Menanggapi pernyataan Presiden, Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, mengatakan, parlemen sudah banyak melakukan pembicaraan bersama pemerintah dalam pembahasan RUU Terorisme. Pansus RUU Terorisme pun sudah berjalan sejak satu tahun yang lalu.

Fadli menilai, perlu kehati-hatian agar UU Terorisme ini tidak digunakan sewenang-wenang untuk melakukan penangkapan dengan dalih mencegah aksi teroris.

"Kami sangat hati-hati dalam proses UU ini karena dibutuhkan pengawasan. Kami tidak mau UU ini dijadikan sebagai alat politik, alat kekuasaan untuk menangkap seenaknya," jelas politisi Gerindra itu saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (Jumat, 26/5)

Ia mencontohkan internal security act (ISA) di negara lain mudah disalahgunakan oleh aparat keamanan. RUU terorisme yang masih dibahas tidak boleh mengadopsi kesalahan tersebut.

"Apalagi jika mengarah pada ISA. Praktik ISA pada negara-negara tetangga dipakai untuk alat politik dengan alasan keamanan dan itu yang tidak kita inginkan terjadi," tambahnya. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya