Berita

Terminal Kampung Melayu/Net

Politik

Bom Panci Terulang, Bukti Pemerintah Lengah Atasi Teroris

JUMAT, 26 MEI 2017 | 13:28 WIB | LAPORAN:

Kejadian teror bom panci yang terjadi di Kampung Melayu, Jakarta Timur, beberapa hari lalu, jangan dijadikan alasan karena belum terbentuknya UU Terorisme yang baru.

Sebaliknya, kejadian ini harus menjadi catatan penting bagi Presiden Jokowi untuk segera mengevaluasi atas kinerja dari aparat pemerintahan dan institusi terkait.

Apapun motifnya kejadian teror bom Kampung Melayu, Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman melihat sepertinya ada kelengahan dari institusi seperti Badan Intelejen Negara (BIN) maupun Polri yang gagal melakukan deteksi awal.


Apalagi pimpinan dua institusi penting tersebut mempunyai basic yang sama karena lahir dari korps yang sama, yakni kepolisian yang seharusnya lebih memudahkan untuk melakukan kerja sama.

"Untuk itu saya kira tidak alasan bagi Presiden Jokowi untuk segera mulai mengevaluasi kinerja jajaran dibawahnya dan para pihak yang terkait yang terbukti gagal melaksanakan tugasnya," tegas Jajat melalui siaran persnya, Jumat (26/5).

Jajat menilai, fenomena lain dari kejadian ini yang paling mengkhawatirkan adalah adanya perbedaan persepsi dari masyarakat terkait kejadian bom panci yang dianggap sebagian pihak merupakan bagian dari skenario pengalihan isu.

Hal ini juga harus menjadi perhatian khusus dari Presiden Jokowi karena dengan adanya anggapan seperti ini menunjukan ada ketidakpercayaan dari sebagian masyarakat terhadap kinerja aparat penegak hukum.
 
"Sangat berbahaya jika kepercayaan masyarakat kepada aparat penegak hukum sudah menurun, di tengah kondisi isu ancaman perpecahan yang selama ini dihembuskan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang ingin merusak persatuan NKRI,"

Menurut dia, jika terus bergantung pada kinerja setelah kejadian tanpa dilakukan pencegahan, maka akan sangat sulit untuk membasmi para aktor teroris hingga ke akarnya.[wid]
 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya