Berita

Joko Widodo/Biro Pers Dan Komunikasi Presiden RI

Politik

BOM KAMPUNG MELAYU

Sekarang, Momentum Jokowi Buktikan Perintah 'Gebuk'-nya

JUMAT, 26 MEI 2017 | 12:29 WIB | LAPORAN:

Teror bom yang terjadi di Kampung Melayu, Jakarta Timur, baru-baru ini harus ditangani dengan cepat oleh pemerintahan Jokowi-JK. Salah satunya dengan mencari jaringan teroris yang melakukan itu.

"Kata 'gebuk' yang disampaikan Presiden Jokowi itu ya disini momennya untuk 'gebuk' para teroris secara nyata dan meminta jajaran TNI- Polri membongkar jaringan sampai tuntas," kata Ketua Umum PPK Kosgoro 1957, Agung Laksono dalam rilisnya, Jumat (26/5).

Menurut Agung, disinilah konteks gebuk yang dimaksud Jokowi itu untuk dibuktikan dan direalisasikan.


"Jadi harus segera ditangkap pelaku dan jaringannya serta diproses sesuai dengan perundang-undangan. Siapa saja yang bisa mengganggu keamanan dan NKRI, kalau punya potensi membuat kekacauan dan keresahan harus digebuk," ujar mantan Menteri Koordinator Kesejahteran Rakyat (Menko Kesra) ini.

Kredibilitas pemerintah saat ini, kata Agung, dipertaruhkan dalam memberikan rasa aman dan hadir mengayomi rakyat. Tapi kalau Jokowi mampu tumpas para teroris tentu simpati masyarakat kepada Jokowi akan semakin meningkat.

"Ketegasan Jokowi harus dengan cepat mengusut secara sungguh-sungguh dalam memberikan masyarakat. Mungkin mantan teroris mempunya info mengenai jaringan teroris. Pak Jokowi harus membuktikan bahwa disini kita gebuk pengganggu keamanan NKRI," jelasnya.

Selain itu untuk meningkatkan kewaspadaan dan membantu kinerja pemerintah dalam menjaga keamanan nasional, ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar ini meminta masyarakat memberikan informasi kepada pihak berwajib terkait gerakan teroris disekitarnya.

"Selain TNI dan Polri diharapkan masyarakat memberi informasi kepada pihak berwajib agar tidak jatuh korban lebih banyak lagi dan terjadi dimana-mana," pungkasnya.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya