Berita

Ilustrasi/Net

Politik

AYLF: Bebaskan Aktivis KAMMI Yang Ditangkap!

JUMAT, 26 MEI 2017 | 09:40 WIB | LAPORAN:

ASEAN Young Leaders Forum (AYLF) Indonesia mengecam keras tindakan respresif yang ditunjukkan polisi kepada ratusan aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang berunjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta pada Rabu (24/5) lalu.

"Tindakan kekerasan yang dilakukan aparat terhadap mahasiswa bahkan aktivis perempuan harus segera diusut," tegas Presiden AYLF, Adhe Nuansa Wibisono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/5).

AYLF menuntut oknum pelaku harus dijatuhi sanksi berat dan pemecatan atau dapat berimbas kepada tuntutan pencopotan Kapolda Metro Jaya atau Kapolri.


"Segera bebaskan aktivis mahasiswa yang telah diamankan," desaknya.

Ia menilai kepolisian telah berlaku tidak adil dalam memperlakukan demonstran. Hal ini dapat dilihat dari sikap polisi yang tidak tegas terhadap massa demonstran Ahok di depan Lapas Cipinang dan cenderung membiarkan demonstran Ahok sampai pagi.

"Sedangkan massa KAMMI yang kritis terhadap Jokowi langsung ditindak dengan sikap yang represif," kritiknya.

AYLF juga meminta pemerintah Jokowi untuk mendengarkan aspirasi mahasiswa dalam penyelesaian kasus-kasus korupsi besar yang merugikan negara seperti mega skandal BLBI, kasus bailout Century dan kasus kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

"Selama pemerintah abai terhadap kasus ini maka telah terjadi pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat," tegasnya.

Tujuh orang korban luka-luka, termasuk Ketua Umum PP KAMMI dan ratusan lainnya terkena tendangan dan pukulan polisi saat aksi di depan Istana Negara, Rabu (24/5) lalu.[wid] 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya