Berita

Muhaimin Iskandar/Net

Politik

Konsensus Nasional Perkuat Intergrasi Bangsa

KAMIS, 25 MEI 2017 | 19:36 WIB | LAPORAN:

Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan empat konsensus nasional yang menjadi landasan sekaligus arah dan tujuan bangsa. Karenanya, empat konsensus nasional tersebut tidak bisa diubah oleh kekuatan manapun selama negara Indonesia berdiri.

Harus diakui jika empat konsensus nasional kerap dipertanyakan sekelompok orang dengan berupaya mengganti dasar dan ideologi negara. Mereka menyebarkan segala macam berita bohong atau hoax untuk memecah belah anak bangsa. Tujuannya, agar integrasi nasional dan sosial yang telah terbangun selama ini roboh dan masyarakat tercerai berai.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Bidang Eksternal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany menjelaskan bahwa berita bohong, fitnah, dan saling menjelekkan sudah memenuhi berbagai pemberitaan di media massa dan media sosial belakangan ini. Ironisnya, banyak masyarakat percaya pada hoax yang disebarkan secara massif.


Menurutnya, hal itu terjadi karena masyarakat telah memasuki era post-truth yaitu percaya hanya pada apa yang ingin dipercayai. Dan bukan percaya pada fakta.

"Mungkin ini karena kita memasuki era post-truth, di mana orang percaya apa yang ingin mereka percayai, bukan fakta. Fenomena serupa terjadi pula di Amerika ketika Trump terpilih," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (25/5).

Tsamara mencontohkan, masyarakat misalnya dengan mudah menuduh dan percaya bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI). Padahal, Jokowi memiliki silsilah keturunan jelas yang bisa ditelusuri dari berbagai sumber. Karena itu, sangat beralasan jika Presiden Jokowi meminta berbagai pihak untuk menghentikan penyebaran berita bohong, fitnah dan menjelekkan. Selain tidak produktif, juga bisa mengancam integrasi bangsa.

"Saya dukung sikap tegas Presiden Jokowi karena berita bohong sudah mengancam negara," katanya.

Dia bahkan mengapresiasi ketegasan Presiden Jokowi yang akan menggebuk siapapun termasuk organisasi kemasyarakatan yang mempertanyakan dan mengubah empat konsensus nasional.

"Presiden Jokowi berada di garda terdepan menjaga empat konsensus bangsa. Karena itu, kita harus mendukung di belakang beliau. Jangan diam tapi kita harus lantang melakukan perlawanan. Pada momentum Kebangkitan Nasional ini saya mengharapkan kita semua bangkit menggebuk bersama Jokowi," tegas Tsamara. [wah]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya