Rapat Pimpinan Partai Golkar 2017, resmi ditutup dengan sejumlah rekomendasi yang menginginkan kembalinya kejayaan Partai Golkar di ajang Pilkada 2018 hingga Pileg dan Pilpres 2019 mendatang.
Bukan hanya itu komitmen partai Golkar sebagai partai pendukung pemerintah dikuatkan kembali setelah komisi C merekomendasikan agar Partai Golkar langkah pemerintah dalam membubarkan ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sesuai dengan hukum yang berlaku.
Golkar sebagai pembela dan pengamal Pancasila, mendorong pengamalan Pancasila di masyarakat serta mengajak komponen bangsa meneguhkan kembali nilai-nilai kebangsaan.
Terkait pemenangan pilkada 2018 dan Pilleg dan Pilpres 2019 mendatang, Rapimnas merekomendasika Setya Novanto sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemiliu Partai. Pemilihan Novanto sebagai Ketua Bappilu diikuti oleh ambisi Golkar untuk meraih 120 kursi di Pileg 2019 mendatang.
Dengan pengalaman dan keterampilan Novanto memimpin partai, diyakini target tersebut bisa dicapai pasalnya Bappilu merupakan ujung tombak keberhasilan program program terkait pelaksanaan pemilu mendatang.
"Saya akan susun secepatnya dan tentu akan kita memberi kekuatan kepada DPD I seluruh Indonesia karena Bapilu ujung tombak kita di dalam melaksanakan program baik menghadapi Pilkada dan presiden legislatif. Tak lupa kita harus menyiapkan dalam istilah 3 in 1. Penyiapan Pilkada, pileg dan sosialisasi pilpres," ungkapnya Novanto saat pidato penutupan Rapimnas Golkar di Novotel, Balikpapan, Selasa (23/5).
Mengenai target 120 kursi pada Pilpres 2019 mendatang, Novanto menjelaskan strategi yang bakal digunakan yakni menyaring kualitas calon legislatif yang akan diusung. Menurutnya calon dari Golkar merupakan kader terpilih yang berkualitas dan bukan kutu loncat. Ketua DPR RI itu memberikan contoh agar kader yang kuat di NTT tidak ditarik ke Kalimantan. Begitu juga di daerah lain.
Sosialisasi bahwa Golkar mendukung Presiden Joko Widodo sebagai calon yang diusung juga ikut menjadi strategi pemenangan pemilu.
"Kita harus berjuang keras untuk memenangkan Pak Jokowi sebagai Presiden
Republik Indonesia untuk periode yang kedua. Prencanaan ini harus kita laksanakan secepatnya untuk bisa menghadapi, mesosialisasi pencalonan kita dengan bapk Jokowi," ujar Novanto.
"Kalau masalah calon wakil presiden itu adalah semua kita percayakan kepada presiden," imbuh Novanto.
Di kesempatan yang berbeda Sekjen Partai Golkar Idrus Marham menjelaskan akan ada tim tersendiri untuk menyaring kader calon legislatif 2019 mendatang. Tim tersebut, sambung Idrus, akan diisi oleh anggota bidang yang terkait semisal bidang organisasi, kaderisasi, hukum, pemenangan pemilu serta bidang perempuan dan pemuda.
"Jadi inilah yang nanti secara bersama-sama melakukan rapat-rapat untuk melakukan kajian, untuk melakukan survei yang dijadikan dasar dalam menentukan siapa-siapa saja kader Partai Golkar yang kita calonkan pada Pileg 2019 nanti," pungkas Idrus.
[zul]