Berita

Maman Abdurrahman

Politik

Wasekjen Golkar Protes Ketua PDIP, Terkesan Benturkan Panglima Dengan Presiden

RABU, 24 MEI 2017 | 21:10 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Tidak ada sedikit pun Jenderal Gatot Nurmantyo mengkritik Pemerintahan. Justru, apa yang disampaikan Panglima TNI pada saat pidato dalam acara Rapimnas Partai Golkar tersebut menjelaskan semangat nasionalisme Pemerintahan Jokowi.

Demikian disampaikan Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Maman Abdurrahman.  Karena itu, dia memprotes pernyataan Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira yang terkesan membenturkan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dengan Presiden Jokowi.

"Panglima TNI justru menginginkan kita sebagai rakyat Indonesia betul-betul bisa menjadi tuan di negara sendiri," tegas Maman dalam keterangan persnya, (Rabu, 24/5).


"Saran saya kalau orang PDIP nggak hadir mendengarkan pemaparan, jangan komentar," semprotnya.

Menurutnya, pidato Panglima TNI dalam Rapimnas Golkar sangat luar biasa dan bahkan memperjelas posisi dan semangat pemerintah sekarang di dalam memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia.

Pidato Panglima TNI, kata dia menambahkan, sangat menyejukkan semua pihak, serta posisi sikap yang jelas terhadap bahaya kelompok radikal yang dapat menghilangkan semangat Keislaman yang sesungguhnya.

"Kalau tidak hadir dan tahu masalah jangan komentar. Sebab bisa memperkeruh suasana," tutur Ketua PP GM PKPPI ini.

Sebelumnya, anggota Komisi I DPR dari PDIP Andreas Hugo Pareira mengatakan penyampaian kritik ala Panglima TNI bukanlah hal yang baru. Namun menurutnya lebih baik Panglima TNI berbicara tentang Trisakti dibandingkan kritik yang disampaikan lewat puisi.

Pada kesempatan itu, Panglima TNI memang membacakan puisi karya Denny JA,  'Tapi Bukan Kami yang Punya'.

"Kalau panglima paham itu, seharusnya, jauh lebih berisi, dan bermakna jika panglima berbicara tentang Trisakti, tentang neokolonialisme-neoimperialisme ajaran Bung Karno. Jauh lebih baik untuk seorang kesatria TNI, apalagi Panglima," tandas Andreas. [zul]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya