Berita

Dito Ariotedjo/net

Politik

AMPI Minta Maaf Kurang Kontribusi Di Pilkada Jakarta

RABU, 24 MEI 2017 | 15:30 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Dito Ariotedjo, mengaku organisasinya kurang memberi kontribusi pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

AMPI adalah organisasi kepemudaan yang berafiliasi ke Partai Golkar. Secara resmi, "partai beringin" mendukung pasangan Basuki Purnama-Djarot Saiful (Ahok-Djarot) yang kalah dari pasangan Anies-Baswedan pada putaran kedua Pilkada.

"Kami dari DPP AMPI meminta maaf jika kurang ada taring di Pilkada DKI lalu. Belum ada kontribusi," ujar Dito dalam pidatonya di pembukaan Musda (musyawarah daerah) VIII DPD AMPI Jakarta di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Rabu (24/5).


Karena kurang maksimal di Pilkada Jakarta kemarin, Dito berharap calon ketua DPD AMPI DKI Jakarta yang baru dapat bekerja lebih banyak untuk kepengurusan selanjutnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua AMPI DKI Jakarta, Kemas Ilham Akbar, mengatakan, organisasi tersebut perlu melakukan konsolidasi internal dan tingkat provinsi secara bersamaan.

"Konsolidasi tingkat dua di kabupaten kota, sudah tercecer. Tidak ada konsolidasi tingkat dua sejak 10 tahun. Artinya, revitalisasi total perlu dilakukan kepengurusan baru dengan pengurus lama. Jadi, Musda ini bukan hanya pemilihan ketua dan sekretaris," ucapnya.

Kemas juga berharap ada sinergi dari DPD Golkar DKI Jakarta yang terkoneksi langsung dengan DPD AMPI DKI Jakarta. Tujuannya, meraih target politik utama yaitu kemenangan partai di Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Kuncinya Pileg dan Pilpres. Bagaimana caranya Golkar bisa menang, perlu sinergi dengan Golkar DKI," pungkasnya.

Dalam acara Musda tersebut hadir Ketua DPD Golkar DKI Jakarta sekaligus Ketua Dewan Penasihat AMPI DKI Jakarta, Fayakhun Andriyadi. Selain itu ada perwakilan dari Kosgoro, SOKSI, dan AMPG. [ald]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya