Berita

Politik

Negara Diminta Lindungi Petani Cengkeh

SELASA, 23 MEI 2017 | 16:42 WIB | LAPORAN:

Petani cengkeh secara tegas menolak Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau atau Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) yang punya tujuan utama mengganti tembakau dengan tanaman lain.    

Ketua Himpunan Petani Cengkeh Mapalus Sulawesi Utara Yusak Horman menolak keras FCTC. Menurutnya, FCTC jelas-jelas mematikan keberlangsungan hidup petani cengkeh dan tembakau.

"Jika Indonesia aksesi FCTC maka negara secara tidak langsung telah mematikan dua juta petani tembakau, 1,2 juta petani cengkeh, dan ratusan ribu. Bahkan jutaan orang yang baik langsung maupun tidak langsung terlibat di sektor pertembakauan," jelas Yusak dalam keterangannya, Selasa (23/5).


Menurutnya, penolakan FCTC juga merupakan salah satu hasil rapat kerja nasional Himpunan Petani Cengkeh beberapa waktu lalu. Hasil rakernas lainnya adalah meminta negara hadir dan peduli terhadap petani cengkeh dan tembakau serta keberpihakan kepada industri kretek nasional.

Yusak mengatakan, kretek adalah hasil karya rakyat Indonesia. Berbicara tentang industri tembakau juga tidak bisa dipisahkan dari industri kretek nasional. Pun demikian, berbicara tentang kretek juga tidak bisa dipisahkan dari proses panjang sejarah hingga saat ini. Pasalnya, kretek berbeda dengan rokok putih.

"Kretek menjadi bukti kekayaan produk budaya Indonesia. Kretek menggunakan tembakau lokal, cengkeh, klembak, menyan, dan merupakan produk asli Indonesia," ujarnya.

Dalam konteks itu, petani cengkeh dan pemangku kepentingan terkait berharap negara hadir memberikan perlindungan. Salah satunya dengan tidak mengaksesi FCTC. Hal itu juga sejalan dengan sikap Presiden Joko Widodo yang tidak ingin tergesa-gesa mengaksesi FCTC demi kepentingan nasional.

"Sikap negarawan Presiden Jokowi inilah yang seharusnya menjadi tauladan bagi para pemangku kepentingan. Demi mewujudkan kemandirian ekonomi nasional sebagaimana visi Nawacita," pungkas Yusak.

Sebelumnya, The 4th Indonesian Conference on Tobacco or Health yang digelar oleh Tobacco Control Support Center (TCSC) dan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) pada 15-16 Mei lalu menghasilkan Deklarasi Jakarta. Terdapat sejumlah poin dalam deklarasi yang salah satunya meminta pemerintah segera mengaksesi FCTC sebagai salah satu indikator Sustainable Development Goals. [wah] 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya