Berita

Mahfudz Siddiq/net

Politik

Panglima Mengingatkan Inti Masalahnya Adalah Kesenjangan Sosial-Ekonomi

SELASA, 23 MEI 2017 | 14:12 WIB | LAPORAN:

Sumber kegaduhan di Indonesia bukanlah maraknya demonstrasi. Yang sebenarnya menjadi masalah adalah kesenjangan sosial dan ekonomi yang dipicu masalah politik-ideologis.

Ada kelompok tertentu yang dipersepsikan oleh mayoritas masyarakat atau masyarakat Muslim sebagai sumber kesenjangan.  

Demikian anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mahfudz Siddiq, menanggapi puisi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di tengah Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar, di kota Balikpapan, kemarin.


"Panglima TNI sebenarnya mengingatkan kita semua bahwa inti masalah adalah kesenjangan sosial-ekonomi dan penguasaan aset kekayaan nasional di tangan segelintir orang,” kata Mahfudz Siddiq, dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (23/5).

Puisi yang dibacakan oleh Panglima TNI adalah puisi milik Denny JA, berjudul "Tapi Bukan Kami Punya". Menurut Mahfudz, puisi itu menggambarkan bagaimana semua pihak mesti menjaga dan membangun NKRI.

"Panglima TNI sedang menunjukkan inti masalah yang sedang berkecamuk di banyak pikiran dan perasaan masyarakat Indonesia. Masalah yang jika tidak dicarikan solusi sistemik dan struktural, akan menjadi ancaman nyata bagi NKRI," ujar Mahfudz.

Berangkat dari puisi yang dibacakan Panglima TNI, dia meminta para elite keluar dari perangkap polarisasi ideologis dalam melihat dan menyikapi masalah bangsa. Pemerintah harus berani dan mau untuk masuk ke jantung masalah yang sebenarnya.

Mantan Ketua Komisi I DPR RI ini mendukung agar TNI terus menjelaskan situasi ini kepada semua unsur masyarakat. Itulah tugas kenegaraan dan kebangsaan yang diatur dan dijamin UU.

"Jangan tunggu bangsa ini larut dalam konflik, lalu TNI baru ambil peran sebagai pemadam kebakaran," jelasnya. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya