Berita

Diskusi Yayasan Komunikasi Indonesia (YKI)/RMOL

Politik

Dosen UKI: Usai Pilkada Jakarta, Gerakan Politik Identitas Yang Mengancam Minoritas Sangat Terasa

SELASA, 23 MEI 2017 | 09:03 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Saat ini kehidupan berbangsa dan bernegera sedang menghadapi tantangan yang serius. Pasalnya kebhinekaan yang merupakan kunci penting untuk memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) semakin mumudar.

Demikian disampaikan dosen Fisipol Universitas Kristen Indonesia (UKI), Merphin Panjaitan, dalam Diskusi Serial  yang bertajuk  Merajut Kebhinnekaan Memperkokoh NKRI ‘Membedah Putusan Hukum Ahok’ di Kantor Yayasan Komunikasi Indonesia  (YKI) di wilayah Matraman, Jakarta Pusat, Senin malam (22/05).

"Melihat kasus Pilkada DKI Jakarta gerakan yang mengancam kebhinnekaan sangat terasa. Adanya gerakan-gerakan politik identitas yang mengancam kaum minoritas yang ikut bertarung dalam pilkada," katanya.


Merphin melihat persaudaraan kebangsaan Indonesia yang mudah terbelah karena tiga faktor. Pertama Masyarakat Indonesia tidak sungguh-sungguh menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Kedua, banyak diantara kita justru menanamkan nilai-nilai selain Pancasila.

"Ketiga, proses penanaman nilai-nilai lain ini sering dibiarkan oleh negara," imbuhnya.

Maka itu, Merphin mendukung langkah-langkah pemerintah untuk membubarkan ormas yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Serta ormas yang berpotensi yang akan merusak persatuan bangsa dalam bingkai NKRI.

"Ini langkah yang harus didukung. Agar kehidupan berbangsa kita sejalan dengan dasar negara bangsa kita, Pancasila,” tegasnya.

Selain itu, pada kesempatan tersebut dia mengajak agar semua elemen bangsa untuk membangun dan merekatkan persaudaraan antar anak bangsa. Dan ia meminta agara pemerintah hadir pula meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui pengutan koperasi.[san] 

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Setahun BPI Danantara Berdiri Justru Tambah Masalah

Rabu, 04 Maret 2026 | 00:07

Jangan Giring Struktural Polri ke Ranah Politik Praktis

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:53

2 Kapal Tanker Pertamina dan Awaknya di Selat Hormuz Dipastikan Aman

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:35

KPK Amankan BBE dan Mobil dari OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:30

Mutasi AKBP Didik ke Yanma untuk Administrasi Pemecatan

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:09

SiCepat Ekspansi ke Segmen B2B, Retail, hingga Internasional

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:07

GoTo Naikkan BHR Ojol, Cair Mulai Besok!

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:01

Senator Dayat El: Pembangunan Indonesia Tak Boleh Tinggalkan Desa

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:46

Kenapa Harus Ayatollah Khamenei?

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:38

Naik Bus Pariwisata, 11 Orang Terjaring OTT Pekalongan Tiba di KPK

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:13

Selengkapnya