RMOL. Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo hadir di arena Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar, di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Dia datang untuk memberi masukan kepada Golkar terkait isu kompetisi di era global.
Panglima mengingatkan instruksi Presiden Joko Widodo yang di dalamnya menegaskan posisi Indonesia menghadapi kompetisi global. Menurut Panglima, Indonesia dengan segala kekayaan yang dimilikinya pasti diperebutkan oleh negara-negara berkepentingan.
Panglima memberi contoh pekembangan informasi teknologi yang membuat kegiatan ekonomi bisa dilakukan via internet. Bahkan, sebuah perusahaan jasa seperti ojek online tidak membutuhkan kendaraan untuk menjalankan bisnisnya.
"Kompetisi global bukan berdasarkan kuat atau besarnya negara, tetapi berdasarkan cepatnya negara tersebut mempunyai inisiatif inovasi ke depan. Dalam perlombaan antar negara itu, kecepatan yang diutamakan," ungkap Gatot, Senin (22/5).
Dia menambahkan, perkembangan teknologi informasi juga membuat gaya hidup masyarakat berubah. Salah satu contoh, jika tadinya masyarakat menggunakan telepon untuk berkomunikasi jarak jauh maka sekarang bisa bertatap muka lewat teknologi media .
Di sisi lain, lanjut Gatot, kemajuan teknologi informasi diikuti lalu lintas informasi yang sangat tinggi di media sosial. Bahkan media sosial sudah menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan negara.
"Kemarin kebijakan TKI harus punya tabungan Rp 25 juta, diserang sama media sosial, berubah keputusannya (pemerintah)," ucap Gatot.
Panglima menilai, kompetisi antar negara ditambah kompetisi antar manusia, berdampak pada kebutuhan manusia untuk mencari tempat kehidupan yang lebih baik, di manapun tanpa peduli negara apa yang ditempatinya.
"Pada saat energi habis pada 2050, akan ada 400 juta jiwa berimigrasi. Di Amerika Serikat, Trump ingin membangun tembok perbatasan antara Amerika Selatan dengan Amerika Utara. Inggris menyediakan dana untuk memindahkan imigran," kata Gatot.
"Bagaimana dengan Indonesia? Pulau-pulau kita banyak. Dampak imigrasi penduduk, dulu ada Indian yang sekarang hampir punah. Aborigin di Australia, sekarang hampir punah," ucapnya mewanti-wanti.
[san]