Berita

Panglima TNI Gatot/net

Politik

Panglima TNI Ajari Pimpinan Golkar Tentang Kompetisi Global

SENIN, 22 MEI 2017 | 16:34 WIB | LAPORAN:

RMOL.  Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo hadir di arena Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar, di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Dia datang untuk memberi masukan kepada Golkar terkait isu kompetisi di era global.

Panglima mengingatkan instruksi Presiden Joko Widodo yang di dalamnya menegaskan posisi Indonesia menghadapi kompetisi global. Menurut Panglima, Indonesia dengan segala kekayaan yang dimilikinya pasti diperebutkan oleh negara-negara berkepentingan.


Panglima memberi contoh pekembangan informasi teknologi yang membuat kegiatan ekonomi bisa dilakukan via internet. Bahkan, sebuah perusahaan jasa seperti ojek online tidak membutuhkan kendaraan untuk menjalankan bisnisnya.

"Kompetisi global bukan berdasarkan kuat atau besarnya negara, tetapi berdasarkan cepatnya negara tersebut mempunyai inisiatif inovasi ke depan. Dalam perlombaan antar negara itu, kecepatan yang diutamakan," ungkap Gatot, Senin (22/5).

Dia menambahkan, perkembangan teknologi informasi juga membuat gaya hidup masyarakat berubah. Salah satu contoh, jika tadinya masyarakat menggunakan telepon untuk berkomunikasi jarak jauh maka sekarang bisa bertatap muka lewat teknologi media .

Di sisi lain, lanjut Gatot, kemajuan teknologi informasi diikuti lalu lintas informasi yang sangat tinggi di media sosial. Bahkan media sosial sudah menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan negara.

"Kemarin kebijakan TKI harus punya tabungan Rp 25 juta, diserang sama media sosial, berubah keputusannya (pemerintah)," ucap Gatot.

Panglima menilai, kompetisi antar negara ditambah kompetisi antar manusia, berdampak pada kebutuhan manusia untuk mencari tempat kehidupan yang lebih baik, di manapun tanpa peduli negara apa yang ditempatinya.

"Pada saat energi habis pada 2050, akan ada 400 juta jiwa berimigrasi. Di Amerika Serikat, Trump ingin membangun tembok perbatasan antara Amerika Selatan dengan Amerika Utara. Inggris menyediakan dana untuk memindahkan imigran," kata Gatot.

"Bagaimana dengan Indonesia? Pulau-pulau kita banyak. Dampak imigrasi penduduk, dulu ada Indian yang sekarang hampir punah. Aborigin di Australia, sekarang hampir punah," ucapnya mewanti-wanti. [san]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya