Berita

Raja Salman dan Donald Trump/Net

Jaya Suprana

ARTIKEL JAYA SUPRANA

Trump Sukses Jual Senjata Ke Arab Saudi

SENIN, 22 MEI 2017 | 07:42 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

ALKISAH, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melakukan perjalanan ke luar negeri untuk pertama kali dan negara pertama yang dikunjungi adalah Arab Saudi.

20 Mei 2017 di Riyadh,  Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Presiden John Donald Trump secara resmi menandatangani kontrak penjualan senjata buatan Amerika Serikat ke Arab Saudi dengan nilai bukan alang kepalang yaitu 350 miliar dolar AS atau lebih dari Rp 4,5 kuadriliun dalam lingkup waktu 10 tahun.

Dari kontrak gigantis itu sekitar 110 miliar dolar AS (sekitar Rp 1,4 kuadriliu) langsung digunakan Arab Saudi untuk membeli senjata buatan USA. The US Department of State resmi menyatakan"


"This package of defense equipment and services supports the long-term security of Saudi Arabia and the Gulf region in the face of malign Iranian influence and Iranian related threats. Additionally, it bolsters the Kingdom's ability to provide for its own security and continue contributing to counterterrorism operations across the region, reducing the burden on US military forces. This package demonstrates the United States’ commitment to our partnership with Saudi Arabia, while also expanding opportunities for American companies in the region and potentially supports tens of thousands of new jobs in the United States,”.

(Paket peralatan dan jasa pertahanan demi dalam jangka panjang mendukung keamanan Arab Saudi dan kawasan Teluk menghadapi pengaruh dan ancaman Iran. Di samping memperkuat kemampuan kerajaan (Arab Saudi) untuk mandiri dalam pertahanan dan melanjutkan kontribusi melawan terorisme di kawasan Teluk sekaligus mengurangi beban bagi militer Amerika Serikat. Paket ini membuktikan komitmen AS untuk menjalin persahabatan dengan Arab Saudi sementara juga memperluas kemungkinan bisnis perusahaan-perusahaan AS di kawasan Teluk serta membuka puluhan ribu lapangan kerja baru bagi rakyat Amerika Serikat).


Silakan melihat perjanjian jual senjata AS ke Saudi Arabia dari berbagai sudut pandang. Selama melihat masih diakui PBB sebagai hak asasi manusia maka saya pribadi memberanikan diri untuk melihat suatu fenomena yang mengungkap fakta mengenai betapa besar peran industri senjata Amerika Serikat dalam mempengaruhi bahkan menentukan suasana kemelut geopolitik di planet bumi masa kini.  

AS mengejawantahkan semangat imperialisme bukan melalui todongan senjata seperti di era kolonialisme masa lalu namun melalui penjualan senjata di era globalisme masa kini.

Di samping dengan penuh rasa kagum, saya juga melihat fakta keberhasilan Donald Trump menjual senjata dengan nilai bukan alang kepalang dahsyat merupakan bukti tak terbantahkan bahwa Donald Trump memang seorang pengusaha tulen yang mampu menjual produk apapun yang ingin dijual oleh dirinya. Bahwa Donald Trump menang pilpres AS 2016 merupakan bukti keberhasilan pengusaha ulung ini sukses menjual dirinya sendiri.

Namun tentu saja dapat diyakini bahwa dalam bersemangat melakukan penjualan, Trump sebagai warga AS yang cinta AS sebagai negaranya sendiri pasti tidak akan khilaf sampai lupa daratan menjual negaranya sendiri. [***]

Penulis adalah pembelajar geopolitik planet bumi masa kini

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya