Berita

Hanta Yuda/RMOL

Politik

Ini Tantangan Golkar Jelang Pemilu Serentak

MINGGU, 21 MEI 2017 | 22:14 WIB | LAPORAN:

Partai Golkar akan menghadapi tantangan yang tidak mudah jelang masa pemilu tahun depan.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda mencatat bahwa basis utama Golkar semakin menipis karena ada pergeseran usia pemilih.

"Itu adalah tantangan Golkar ke depan. Kalau Golkar masih memakai paradigma lamanya kemudian tidak melakukan rebranding akan sulit," ujarnya saat diskusi bertajuk 'Refleksi 1 Tahun Partai Golkar Kepemimpinan Setya Novanto' di Hotel Puri Denpasar, Jakarta, Minggu (21/5).


Selain itu, Yuda menilai bahwa Partai Golkar belum mampu menunjukkan kebaruannya pasca terlaksanya Munas Bali. Partai berlambang pohon beringin itu juga nampaknya belum bisa menuntaskan sejumlah polemik di internalnya sendiri.

"Golkar teruji untuk melawan musuh-musuhnya di luar. Namun musuh Golkar sesungguhnya adalah dirinya sendiri. Bagaimana kemampuan mengolah faksionalisme di internal,' tambahnya.

Tantangan ketiga Partai Golkar, menurut Yuda datang dari relasi eksternal partai. Baik antar partai maupun relasi kekuasaan. Makin tinggi beban seorang pemimpin di Golkar, maka semakin tinggi pula ketergantungan partai pada eksternal, dalam hal ini penguasa.

"Jika Golkar memilih ketua Umum yang memiliki basis elektoral yang tinggi, punya masalah di luar yang tinggi, maka tingkat ketersanderaan Golkar terhadap faktor di luarnya semakin tinggi," imbuh Yuda.

Meski begitu, Yuda melihat, Golkar termasuk partai yang mudah melakukan adaptasi dan melakukan pergerakan politik yang dinamis. Pasca reformasi, Golkar tidak pernah mengalami masa ketergantungan terhadap satu sosok figur saja.

"Kita sering mengistilahkannya, tidak ada pemilik saham tunggal di Golkar, itu kelebihannya. Sehingga kalau ada perubahan relatif lebih mudah dinamisasinya. Jadi ada semacam Golkar itu partai yang kalau dari luar relatif demokratis tapi kalau didalamin mungkin lebih lemah," pungkas Yuda. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya