Berita

Syamsuddin Radjab/RMOL

Politik

Jenggala Center Segera Polisikan 5 Pihak Pemfitnah JK

MINGGU, 21 MEI 2017 | 16:36 WIB | LAPORAN:

Dinamika politik pasca Pilgub DKI telah mengarah ke perpecahan bangsa. Bahkan, ada upaya tertentu untuk mengadu domba antara Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Begitu tegas Direktur Eksekutif Jenggala Center Syamsuddin Radjab saat menggelar konferensi pers di kantor Jenggala Center, Kebayoran Baru Jakarta, Minggu (21/5). Adapun Jenggala Center merupakan salah satu pendukung Jokowi-JK pada Pilpres 2012 lalu.

Kata Syamsuddin, upaya adu domba itu ditunjukkan oleh sekelompok orang atau pihak yang tidak senang dengan kemenangan Anies-Sandi di Pilgub DKI. Mereka kemudian melancarkan fitnah kepada Wapres Jusuf Kalla sebagai pihak perusak persatuan. Bahkan fitnah ini diucapkan dengan kata-kata yang merendahkan martabat wakil presiden.


"Kita lihat bukti di salah satu video yang menggunakan kata-kata tidak pantas pada wapres dengan menyebut Pak JK sebagai bapak perusuh bangsa" ujarnya.

Lebih lanjut, Syamsuddin mengaku sudah melakukan investigasi dan menemukan 5 pihak yang akan dilaporkan ke aparat penegak hukum.

"Kita menemukan 5 terlapor yang akan kita laporkan karena sudah memenuhi unsur pidana sesuai KUHP." pungkasnya.

Adapun 5 pihak yang akan dilaporkan itu antara lain, alumni UGM Hasanuddin Abdurakhman (Kang Hasan) yang dalam akun Facebook pribadinya menulis bahwa JK pernah memprovokasi massa Islam untuk menyerang umat Kristiani dan membakar sejumlah fasilitas gereja.

Kemudian akun Twitter Laskar Cikeas, orator aksi di depan MA pada 17 Mei 2017 yang terekam dalam akun YouTube Gareng Petruk, dan orasi Silvester Matutina dalam unjukrasa di depan Mabes Polri 15 Mei 2017. Termasuk Laveran Sirait yang diduga mengunggah orasi Silvester Matutina ke laman Facebook Solmet. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya