Berita

Net

Politik

Sambangi Dua Negara, DPR Tambah Masukan Soal TKI

MINGGU, 21 MEI 2017 | 13:30 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah memimpin rombongan parlemen dalam kunjungan persahabatan atau muhibah ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menemukan fakta dan masukan baru seputar isu ketenagakerjaan.

Menurutnya, meski Revisi UU PPILN (Perlindungan Pekerja Indonesia di Luar Negeri) sudah hampir final, namun tetap harus ada masukan dari lapangan.

"Di satu sisi kita tetap perlu input lapangan yang faktual," kata Fahri dalam siaran pers, Minggu (21/5).


Fahri yang juga ketua Timwas TKI mengatakan, RUU PPILN akan menguatkan perlindungan pekerja Indonesia di luar negeri tinggal menunggu keseriusan dan kekompakan pemerintah. Di sisi eksekutif sudah selesai dan tinggal tahap finalisasi. Salah satunya ide soal perlunya integrasi data kependudukan Indonesia yang nantinya menjadi single data source pekerja yang akan berangkat ke luar negeri dengan data kependudukan negara tujuan penempatan harus disiapkan.

"Upayanya perlu sistematis. Seperti Arab Saudi, mereka sudah siap dengan Labour Management System, apakah kita sudah siap. Meski diguncang e-KTP akan tuntas Juni 2017, semoga itu jadi pijakan data pengelolaan TKI," jelas Fahri.

Agenda pertemuan dalam lawatan kerja masih berlangsung sampai hari ini, seperti pertemuan dengan Ketua Parlemen dan Kementrian Tenaga Kerja Uni Emirat Arab dengan agenda yang lebih luas yaitu penguatan hubungan bilateral.  Selama muhibah, delegasi DPR bertemu dengan KJRI Jeddah, Arab Saudi, dan KBRI UEA di Abu Dhabi, mengunjungi pekerja Indonesia di shelter-shelter, dialog dengan LSM pekerja migran, serta bertemu warga negara Indonesia.

Turut mendampingi Fahri Hamzah dalam muhibah ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yakni Akbar Faisal (Fraksi Nasdem), Zulfadhli (Fraksi Golkar), Lalu Gede Sjamsul Mujahidin (Fraksi Hanura), dan Achmad Fauzan Harun (Fraksi PPP) beserta para tenaga ahli. [wah]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya